Michael Crichton

Gambar

 

Pernahkah membaca novel di atas? Ini adalah judul aslinya. Judul terjemahan yang diterbitkan Gramedia adalah “Petaka di Angkasa”, terbit kalau tidak salah pada masa awal reformasi.

Terus terang saya tertarik membeli novel ini karena saya lihat nyaris tidak ada novel yang membahas masalah penerbangan di Indonesia. Dan memang saya terpuaskan dengan novel ini.

Cerita dalam novel ini diawali dengan accident yang melibatkan sebuah pesawat badan lebar milik maskapai (fiktif) yang berbasis di Hongkong. Di tengah perjalanan pilot melaporkan terjadinya guncangan (turbulens) sehingga menyebabkan beberapa penumpang luka berat (padahal ada yang akhirnya meninggal).

Berikutnya kisah beralih pada seorang wanita yang bekerja untuk sebuah perusahaan pembuat pesawat terbang sebagai Public Relations (PR). Ternyata pesawat yang mengalami accident tersebut adalah buatan perusahaan ini. Maka terjalinlah kisah yang bertumpu pada wanita ini. Ia terjepit berbagai macam kepentingan antara atasannya, pemilik perusahaan, perusahaan penerbangan yang pesawatnya mengalami accident, serikat pekerja, sampai media massa. Dengan berbagai macam konflik yang terjadi (sampai mengancam nyawa), ending novel ini sungguh sangat di luar dugaan.

Beberapa kritikus mengatakan bahwa Michael Crichton kurang mengeksplorasi pelakon (manusia) dalam novelnya dan lebih mementingkan segi teknis. Memang hal ini terbaca dengan jelas. Porsi untuk cerita mengenai tokoh-tokoh yang terlibat memang sedikit dan kurang detil. Tetapi untuk masalah teknis, saya harus mengakui bahwa penulis novel ini sangat memahami dunia penerbangan, terutama dari segi teknis. Crichton bisa memaparkan dengan jelas tentang Airworthiness Directives (AD), FAA, sampai komponen yang bernama Quick Acces Recorder (QAR). Memang jadinya novel ini agak kering, tapi bagi saya tetap mengasyikkan.

Dalam versi terjemahan, ada beberapa kata terjemahan yang agak janggal, walaupun memang agak sulit mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya kata engineer diterjemahkan sebagai insinyur. Memang kurang tepat, tetapi mau diterjemahkan sebagai apa? Disebut teknisi atau mekanik juga tidak pas. Jadi saya mencoba untuk memaklumi saja.

Bagaimanapun bagi saya novel ini tetap menarik. Saya sudah membaca habis novel ini sampai 5 kali dan masih tetap mengasyikkan.

So, see you in the next post

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s