Menjadi Guru

Gambar

Menjadi guru itu ternyata tidak mudah. Umur yang sudah mencukupi, atau pengalaman bertahun tahun bukan jaminan seseorang bisa sukses mentransfer ilmu. Saya pernah mengalami hal ini hampir 14 tahun yang lalu.

Sekitar bulan September 1999, saya ditunjuk untuk mengikuti pelatihan dasar instruktur atau bahasa kerennya Basic Instructor Course. Kebijakan perusahaan hanya mempekerjakan sedikit instruktur tetap di training center, Tugas instruktur tetap ini adalah mengajar calon-calon instruktur dari berbagai divisi atau bagian. Bila ada training yang membutuhkan keahlian teknis misalnya, maka instruktur tidak tetap dari bagian teknik akan dipanggil untuk mengajar dengan kompensasi dibayarkan berdasarkan jam mengajar.

Saat pelatihan dasar instruktur itu, ada 20 orang peserta. Kebanyakan adalah pilot dengan status kapten atau senior first officer. Dapat dibayangkan pengalaman mereka yang sudah ribuan jam terbang dengan masa kerja setidaknya belasan tahun. Sementara saya adalah mekanik junior dengan masa kerja baru 6 tahun. Tetapi sekali lagi, ternyata umur, masa kerja, dan banyaknya pengalaman tidak menjamin seseorang akan sukses menjadi instruktur.

Pelatihan berlangsung selama 10 hari kerja. Empat hari belajar teori dan 6 hari praktek mengajar. Bila ada siswa yang praktek mengajar, maka peserta pelatihan yang lain akan menjadi siswa dan diharuskan memberi pertanyaan atau sanggahan. Maka saat praktek itulah terjadi kelucuan dan kekacauan.

Karena tidak ada yang mau maju praktek mengajar duluan, maka dibuatlah sistem undian seperti arisan. Masing-masing memasukkan nama dalam sepotong kecil kertas, digulung dan dimasukkan ke dalam gelas yang akan dipegang oleh ketua kelas. Bila saatnya tiba, nanti akan dikocok. Nama yang keluar harus maju ke depan kelas untuk berpraktek menjadi instruktur.

Saya kebetulan berteman baik dengan seorang kapten pilot dengan masa kerja 22 tahun. Rupanya di balik sikapnya yang cool itu, tersimpan kegundahan. Beliau bercerita kalau inginnya dapat giliran duluan supaya tenang dan tidak deg-degan menunggu giliran. Rupanya sang ketua kelas yang seangkatan dengan pak kapten ini mengetahui kegundahan sahabatnya dan selalu memberikan dukungan dengan kata-kata yang meyakinkan.

Peserta demi peserta telah melaksanakan kewajibannya melakukan praktek mengajar, tetapi nama pak kapten ini tak jua muncul. Sampai akhirnya semua sudah mendapat giliran, tinggallah giliran pak kapten. Ternyata setelah dikocok, kertas namanya tidak juga jatuh. Rupanya ada yang menempelkan lem di kertas nama pak kapten, membuatnya menempel di dasar gelas, sehingga namanya tidak pernah jatuh terundi. Dan rupanya yang melakukan itu adalah pak ketua kelas sendiri. Maka terbahaklah seisi kelas, sementara pak kapten menyumpah-nyumpah karena semakin gugup dan senewen.

Menjadi menarik saat peserta pelatihan bergiliran maju menjadi guru. Umumnya mereka mengambil tema yang berhubungan dengan pekerjaan atau hobi. Baru ketahuan bahwa si A, kapten pilot C212 itu ternyata pintar memijat bayi. Atau si B, kapten pilot Boeing 737 itu ternyata pintar memasak. Ada juga yang mengajarkan tentang trik menghadapai beban pekerjaan dan lain-lain. Banyak juga gurauan dan atau humor yang baru didengar oleh kebanyakan peserta.

Pada akhir pelatihan, diadakan poling untuk memilih peserta pelatihan terbaik. Dan ternyata yang termasuk ke dalam 5 besar sebagian besar diisi oleh peserta yang masih muda dengan masa kerja di bawah 10 tahun. Yang dianggap baik adalah yang memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya, mampu menyampaikan materi dengan baik, pemakaian alat bantu ajar yang sesuai, pelaksanaan evaluasi (test) yang cocok, dan bahan ajar serta lesson plan yang mudah dipahami.

Dengan pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa sesungguhnya seorang guru itu adalah bakat alami yang dimiliki manusia. Oleh karena itu, keputusan pemerintah menutup IKIP beberapa tahun yang lalu bagi saya kurang tepat. Seharusnya yang menjadi guru itu adalah manusia terpilih yang cerdas dan memang mampu mentrasfer ilmu kepada anak didiknya.

See you in the next post…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s