13 Mei 1998

Dalam posting hari ini tidak ada gambar atau foto, karena kejadian 15 tahun lalu memang sangat tidak menyenangkan untuk di-visualisasi-kan. Semuanya berawal dari krisis ekonomi yang melanda kawasan Asia. Indonesia pun tidak luput dari gelombang krisis yang mulai dirasakan pertengahan tahun 1997 itu. Diawali dengan anjloknya nilai rupiah terhadap mata uang negara lain, berlanjut dengan mahalnya harga kebutuhan hidup, ambruknya dunia usaha, dan pada gilirannya gelombang pemutusan hubungan kerja. Kesulitan hidup memaksa orang mulai melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan etika sementara pemerintah sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa. Demonstrasi demi demonstrasi menuntut pergantian pemerintahan mulai semakin liar dan menakutkan. Seolah-olah kalau pemerintahan berganti, krisis akan segera usai.

Tanggal 12 Mei 1998 sore saya naik angkutan umum dari rumah orang tua ke stasiun Bandung. Setelah libur 2 hari di rumah orang tua, saya akan kembali ke Jakarta untuk bekerja. Hari itu ada pengumuman bahwa pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar. Setengah jalan menuju stasiun jalanan macet. Kendaraan tidak bisa bergerak karena antrian pembeli bahan bakar di SPBU. Karena khawatir tertinggal kereta yang akan membawa ke Jakarta, saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke stasiun dengan berjalan kaki. Setengah berlari saya menyusuri rel kereta, dan untunglah sampai tepat pada waktunya. Tak sampai 3 menit setelah saya memasuki gerbong, kereta api pun berjalan.

Paginya, dari tempat kost di daerah Kemayoran, saya berangkat bekerja dengan menaiki bis jemputan karyawan menuju area bandara di Cengkareng. Semua berjalan seperti biasa, sampai sekitar jam 11.00 ada berita demonstran membakar SPBU di daerah Grogol. Tak lama mobil perusahaan yang akan mengantar spare parts ke bandara Halim Perdanakusuma kembali karena jalan tol bandara sudah ditutup. Berita demi berita di televisi semakin mengacaukan pikiran kami, Saat handphone belum terbeli, maka telepon kantor menjadi laris untuk bertukar berita dengan keluarga di rumah.

Saat jam pulang kantor ternyata bis jemputan terlambat datang karena terhambat kerusuhan di perjalanan. Saat akhirnya bisa pulang, di sepanjang perjalanan kami melihat asap membumbung di mana-mana. Orang-orang bersenjatakan balok dengan mata merah menghadang mobil-mobil kecil untuk dimintai uang dan barang berharga. Bis jemputan tidak berani keluar dari jalan layang tol. Kami beberapa orang yang akan pulang ke Kemayoran turun di atas jalan tol di sekitar ancol dan bergerombol berjalan di tengan jalan bekas landasan Kemayoran. Beberapa kali terlihat sepeda motor membawa televisi, sepeda, dan barang berharga lannya. Becak pun tak ketinggalan mengangkut kulkas, mesin cuci, pompa air dan seabagainya. Rupanya hari itu mencuri adalah hal yang dianggap lumrah.

Setelah berjalan kaki sekitar 40 menit, kami berenam berpencar menuju tempat tinggal masing-masing. Di ujung jalan Angkasa, dekat rel kereta api terlihat orang-orang  sedang merusak, menjarah, dan membakar rumah pendiri BCA. Malamnya di televisi, saya melihat kejadian yang sangat mengerikan, banyak orang terbunuh, dirampok, habis harta bendanya. Saya hanya bisa terdiam mensyukuri keberuntungan saya hari itu.

Kerusuhan dan kekacauan masih sering terjadi, tetapi puncaknya adalah pada tanggal 13 Mei 1998. Saya tidak pernah ingin mengingat peristiwa ini karena terlalu menyedihkan, tetapi tetap tidak bisa hilang dari ingatan. Semoga kejadian luar biasa ini bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga.

Ikut berduka untuk para korban kerusuhan 15 tahun yang lalu, dan bagi semoga selalu bisa kuat dan tegar…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s