Mengganti Genteng Rumah

Image

Rumah yang saya tempati saat ini hampir berumur 10 tahun. Tepatnya bulan Agustus 2013 nanti. Tidak heran bila genteng rumah sudah mulai lapuk dimakan usia. Sejak awal yang dipasang adalah genteng beton tetapi bukan dari merek yang bagus. Kadang-kadang hanya terinjak kucing pun sudah bisa retak bahkan pecah. Kalau saya mau mengganti yang pecah atau retak, jadinya malah yang pecah bertambah banyak.

Kejadian sebulan yang lalu sudah cukup bagi saya untuk memutuskan mengganti seluruh genteng rumah. Ceritanya malam itu hujan cukup deras dan tiba-tiba istri saya melaporkan bahwa di kamar depan air mengucur dari atas. Ternyata memang terjadi kebocoran yang cukup besar. Paginya saya naik untuk mencari tahu penyebab kebocoran. Ketemu sudah, satu genteng bolong sebesar bola pingpong. Saya berusaha untuk mengganti genteng yang bolong… eehhh, malah genteng sebelahnya ikut retak. Saya menyerah dan untuk sementara menutup lubang tadi dengan karpet talang dan menindihnya dengan sekeping genteng.

Saya segera berdiskusi dengan istri untuk merencanakan mengganti seluruh genteng rumah. Setelah dihitung, kebutuhan genteng sekitar 350 keping dan nok (wuwungan) sebanyak 18 keping. Kami mulai melakukan survei kecil-kecilan ke beberapa pedagang genteng. Harga 1 genteng beton merek Monier adalah Rp. 7.500,- dan satu buah nok adalah Rp. 8.500,-. Setelah tawar menawar, harganya hanya turun sekitar Rp. 300,-. Beberapa pedagang genteng yang saya datangi memberikan harga yang sama dan hanya mau menawarkan genteng merek Monier. Kalau bukan Monier umurnya pendek dan mudah retak, kata mereka.

Suatu hari saya mengantarkan anak ke sekolah dan kebetulan di dekat sekolah ada toko material yang cukup besar. Di sini harga genteng beton Monier hanya Rp. 6.500,- dan harga nok hanya Rp. 7.500,- tetapi tidak bisa ditawar. Melihat harga yang lebih murah dengan kondisi barang yang sama, saya segera memesan 350 keping genteng dan 20 keping nok.

Segera pula saya membuat janji dengan tukang karena saya tidak mungkin mengerjakannya sendiri. Tukang minta waktu beberapa hari lagi sambil melakukan survei cuaca. Tentunya tidak lucu kalau sedang mengganti genteng tiba-tiba hujan deras. Tukang juga mensyaratkan ditemani oleh 2 orang asisten supaya bisa cepat menaikkan dan menurunkan genteng.

Seminggu kemudian tukang menemui saya dan menyampaikan bahwa ia akan mulai bekerja besok pagi karena cuaca mendukung. Saya pun segera menyiapkan permintaannya berupa pasir, semen, aquaproof dan semacamnya.

Esok paginya dimulailah penggantian genteng seluruh rumah. Keping demi keping mulai diturunkan dalam kondisi hancur, setengah hancur dan sebagian masih utuh. Tepat tengah hari atap rumah saya sudah bolong. Dan terjadilah sesuatu yang sangat saya takutkan. Awan hitam tiba-tiba bergerak mendekat… makin gelap… makin gelap… dan byuuurrrrr…. huajn deras mengguyur. Tukang dan asistennya segera berlari ke rumah kontrakan mereka untuk mengambil terpal. Untunglah mereka  mengontrak rumah di depan rumah saya. Mereka segera naik, menutupi seluruh atap dengan terpal dan menindihnya dengan genteng supaya tidak terbawa angin. Satu jam kemudian hujan berhenti dan pekerjaan diteruskan.

Setelah 2 hari, selesailah sudah pekerjaan ini. Tetangga sebelah rumah jadi tertarik untuk mengganti gentengnya juga. Dia malah menyarankan agar genteng yang lama dan masih utuh dijual lagi saja. Mendengar itu, sang tukang mendekati saya dan berbisik. “Pak, jangan dijual lagi gentengnya, sudah rapuh, nanti malah mencelakakan orang. Saya dikasih aja nggak bakalan mau!”. Benar juga pikir saya. Nanti saya malah mencelakakan orang lain. Maka saya putuskan untuk memberikannya saja pada pengumpul puing bangunan yang sering berkeliling kompleks.

Itulah cerita mengganti genteng rumah yang cukup seru. Sekarang rumah saya semakin terlihat indah dan bersinar…

See you in the next post…

Advertisements

8 Comments

Filed under Uncategorized

8 responses to “Mengganti Genteng Rumah

  1. Pak,, beli monier dimana bisa dapat harga 6500/buah?, saya butuh beli untuk dirumah

  2. Waktu itu saya beli di toko bahan bangunan Usaha Baru, di Wisma Asri, Bekasi. Memang bukan stok terbaru sehingga lebih murah dibandingkan di toko genteng. Saya tidak tahu harga sekarang karena ada banyak hal yang sering dijadikan dasar oleh pedagang untuk menaikkan harga jual, diantaranya kenaikan BBM, nilai tukar mata uang, dan kadang-kadang kelangkaan LPG pun bisa jadi alasan. Demikian yang bisa saya ceritakan, bu

  3. rezky

    pak.. bisa minta alamat toko bangunannya gak ??? klo bisa sekalian no telp/HP nya.. trims…

  4. aris bp

    Pak, habis brp untuk biaya tukangnya?

  5. Iya pak Aris… saya di bekasi utara… kadang-kadang pada suatu tempat pun ada beberapa “kelas” atau grade tukang… jadi kita yang harus jeli melakukan tawar menawar… Seorang tetangga beberapa hari yang lalu memakai jasa sepasang tukang dan kenek tarifnya Rp. 180.000,- sehari… Demikian pak Aris, semoga membantu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s