Crimson Tide

Gambar

Crimson Tide adalah sebuah film action dengan latar belakang ancaman perang nuklir dari bekas negara Uni Soviet. Kekacauan politik saat itu membuat beberapa pihak dapat mengawali terjadinya sebuah serangan nuklir. Untuk menghadapi hal itu, sebuah kapal selam nuklir disiagakan untuk berpatroli di lautan. Bila diperlukan, kapal ini akan melakukan serangan awal untuk melumpuhkan lokasi peluru kendali (rudal) nuklir di Uni Soviet. Serangan ini menungu perintah dari Presiden Amerika Serikat. Dalam pembukaan film disampaikan bahwa ada 3 orang paling berkuasa di dunia karena mampu meluncurkan rudal nuklir, yaitu Presiden Uni Soviet/Rusia, Presiden Amerika Serikat, dan Kapten kapal selam nuklir Amerika Serikat.

Yang  menarik bagi saya dalam film ini adalah konflik manajemen antara Kapten kapal dan Perwira Pelaksana atau Executive Officer (XO) di kapal selam ini. XO adalah orang kedua di kapal selam yang harus mengulangi setiap perintah dari kapten kapal. Bila XO tidak mengulangi perintah dari Kapten, maka perintah trersebut dianggap tidak sah.

Dikisahkan bahwa Kapten kapal ini adalah seorang yang berpengalaman tempur sehingga sangat dihormati anak buahnya dan nyaris dianggap manusia setengah dewa. Ia sering berganti XO, karena jarang ada XO yang kuat bertahan bekerja sama dengannya. Di sisi yang lain, sang XO digambarkan sebagai seorang perwira yang cerdas tetapi belum banyak pengalaman dalam perang sebenarnya. Jadi, dari latar belakangnya saja sudah terliahat kontradiksi. Sang Kapten digambarkan sebagai perwira generasi masa perang dingin sementara sang XO adalah gambaran perwira setelah masa perang dingin. Ke-ngotot-an sang Kapten sudah terlihat sejak mereka pertama kali bertemu untuk wawancara. Seolah-olah dia bukanlah orang yang bisa salah. Sementara sang XO selalu bisa menjawab jebakan-jebakan dari Kapten dengan penjelasan yang cerdas dan meyakinkan.

Maka berlayarlah kapal itu dan dimulailah konflik yang sebenarnya. Kapten memimpin dengan gaya diktator sedangkan XO-nya memimpin dengan gaya manajemen modern yang memukau. Kesetiaan awak kapal pun terpecah menjadi dua. Ada yang setuju gaya lama seperti yang ditunjukkan sang Kapten, tetapi ada pula yang lebih suka gaya manajemen modern yang dibawa sang XO. Puncak konflik adalah saat XO mengambil alih komando kapal karena Kapten sudah tidak lagi menuruti aturan dengan mengedepankan intuisi saat mengambil keputusan utnutk meluncurkan rudal nuklir. Kapten dikurung dalam kamarnya. Sebagian awak kapal tidak menyetujui cara ini. Mereka adalah loyalis Kapten. Mereka merencanakan pemberontakan dan berusaha membebaskan Kapten agar kembali memimpin kapal. Rencana ini berjalan. Bergantilah sang XO yang harus mendekam dalam kabin bersama beberapa perwira yang setuju dengan pendapatnya.

Rupanya di saat genting ini ada beberapa bintara yang setia kepada sang XO. Mereka bergerak pelan-pelan membebaskan sang XO beserta perwira-perwira yang dikurung bersamanya. Mereka menuju anjungan (bridge) tempat komando kapal berada. Berhadapan muka antara Kapten dan XO seperti dua orang penjudi yang bertaruh hidup dan mati. Perjudian akhirnya berakhir dengan kemenangan sang XO yang berusaha menuruti peraturan. Kapten tertunduk, menyerahkan kendali ke XO dan mengurung diri di kamarnya. Disini terlihat kebesaran hati XO untuk tetap memuliakan derajat Kapten. Walaupun saat di atas angin Kapten sering memojokkannya dengan kata-kata yang tidak pantas, bahkan sampai memukulnya, tetapi ia berbesar hati saat dan tetap menjadikan dirinya seorang XO. Ia tidak ingin membalas dendam dan membuat derajat Kapten menjadi rendah di hadapan anak buahnya.

Di akhir patroli, mereka berdua disidang oleh dewan militer karena konflik yang mereka alami dan lakukan berhubungan dengan kemampuan meluncurkan rudal nuklir. Pada akhirnya Kapten menyadari bahwa ia tidak selamanya benar. Ia mengajukan pengunduran diri dengan hormat dan memberikan rekomendasi kepada agar sang XO ditunjuk menggantikannya menjadi kapten kapal. Hal ini seperti menunjukkan bahwa ilmu manajemen adalah ilmu yang dinamis dan berubah seiring berjalannya waktu.

Film diakhiri dengan Kapten yang berlalu seolah menyongsong masa pensiunnya dan XO yang memandang dari kejauhan sampai bayangan Kapten hilang ditelan cakrawala.

Sungguh film ini adalah pelajaran manajemen konflik yang sangat baik dan disampaikan dengan cara yang memukau.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s