Naik pesawat

Gambar

Gambar di atas adalah anak saya yang pertama. Namanya Seto. Saat itu umurnya 10 tahun dan sedang mabuk udara di atas pesawat yang membawanya menuju Bandung. Sebenarnya ini adalah kedua kalinya dia naik pesawat terbang. Pertama kali naik pesawat terbang umurnya baru sekitar 5 tahun dan dia ketakutan setengah mati saat pesawat terbang bergoyang-goyang menembus awan. Ia tidak mau duduk sendiri dan minta dipangku ibunya sepanjang perjalanan.

Penerbangan Jakarta-Bandung dari bandara Halim Perdana Kususma memang agak menakutkan di musim hujan. Apalagi kalau penerbangannya sudah sore. Wah… semakin menyeramkan saja. Sepanjang perjalanan yang berlangsung sekitar setengah jam itu penuh dengan goncangan karena menabrak awan-awan yang bertebaran.

Waktu masih kaya (saya sering menyebut periode pra-krismon sebagai masa-masa kaya), penerbangan Jakarta -Bandung vv adalah langganan saya. Disamping mendapat tiket dengan discount 90% tiga kali setahun, saya juga tidak berkeberatan sesekali membeli tiket karena harganya masih saya anggap murah saat itu, yaitu sekitar Rp. 60.000,00. Maka saya pun hafal jalur tersebut termasuk waktu terbaik untuk naik pesawat menghindari goncangan turbulensi.

Dalam pesawat itu saya sering bertemu orang-orang beken di negeri ini. Salah satu yang sering bertemu adalah Harry Rusli. Rupanya beliau mengajar di Jakarta. Berangkat dari Bandung pagi hari dan pulang ke Bandung pada sore hari. Penampilannya yang khas dengan pakaian hitam-hitam membuatnya menjadi perhatian tersendiri.

Sewaktu sudah berkeluarga. Saya pun ingin membawa kleuarga merasakan pengalaman naik pesawat terbang. Sudah dua kali saya melakukannya. Foto Seto di atas adalah perjalanannya yang kedua. Seperti biasanya di musin hujan, perjalanan Jakarta-Bandung selalu bergoyang-goyang. Rupanya dia mabuk dan menutup mukanya dengan alas kepala, sementara adiknya yang berumur 3 tahun malah menikmati goyangan demi goyangan itu. Pada perjalanan pulang dari Bandung, ternyata cuaca cerah sehingga Seto sangat menikmati perjalan itu. Setelah turun dia tertawa lebar dengan puasnya sementara adiknya malah cemberut dan marah-marah. Ternyata adiknya kecewa karena pesawatnya nggak goyang-goyang kayak saat berangkat ke Bandung. Mengelikan juga, ya…

Sayangnya, sekarang perjalanan udara Jakarta-Bandung vv sudah tidak ada lagi karena kalah oleh jalan tol Cipularang. Memang ongkosnya menjadi tidak sebanding¬† dengan waktu tempuah yang dilalui. Tetapi setidaknya saya sudah membawa keluarga saya menikati jalur penerbangan penuh goyangan ini…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s