Sakit

Image

Ini foto anak saya yang pertama, Seto, waktu dianggap sakit oleh dokter. Hari itu, pulang sekolah badannya panas dan daerah sekitar perutnya sakit. Kami segera membawanya ke rumah sakit. Kebetulan adiknya akan imunisasi, jadi sekalian ke rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa anak kami terkena penyakit jantung dan harus menginap di rumah sakit. Sebagai bukti dibeberkannya setumpuk kertas hasil rekaman jantung.

Maka hari itu segera terjadi kesibukan. Saya dan istri membuat jadwal jaga di rumah sakit. Saya terpaksa cuti selama beberaa hari. Orang tua kami menyempatkan datang dari luar kota dan bersedia berjaga sehingga kami bisa beristirahat di rumah. Setelah 2 hari, panas badan Seto sudah normal. Makannya pun sudah normal seperti biasa. Maka esok harinya saya menanyakan kepada dokter apakah anak saya boleh pulang. Jawaban dokter sungguh mengejutkan. Beliau meminta agar Seto tetap dirawat di rumah sakit dengan alasan jantungnya masih belum normal. Dokter malah meminta agar anak kami dibawa ke runah sakit jantung terkenal di Jakarta. Waduh… berapa lagi biaya yang harus kami keluarkan. Saya berkeras membawa anak saya pulang. Dan setelah berdebat, dokter mengalah, tetapi masih meminta saya menandatangani pernyataan untuk menanggung segala sesuatunya bila keadaan anak saya tidak membaik.

Keputusan sudah bulat dan kami akan membawa anak kami pulang. Ternyata proses kepulangan anak kami dipersulit. Setelah adu argumen dan beberapa kali memuntahkan emosi barulah kami bisa pulang. Ternyata anak kami sehat-sehat saja setelah pulang ke rumah. Kemudian dia bercerita bahwa sebelum sakit sempat jajan di sekolah. Kami jadi berpikir, jangan-jangan anak kami hanya mengalami masalah di perutnya dan kemudian badannya menjadi panas.

Ibu saya (nenek Seto) justru yang kurang puas dengan keputusan kami. beliau memaksa agar Seto dibawa ke Paranormal di daerah Purworejo saat ada kesempatan nanti. Maka saat libur sekolah kami beramai-ramai membawa Seto ke tempat praktek paranormal ini. Ilmu yang dipakai adalah magnetisme. Beliau mampu mendeteksi medan magnet yang kurang baik dan bisa membuat alat penangkalnya agar medan magnet yang kurang baik ini bisa berbelok arah atau terbuang.

Sampai di sana kami antri sebentar. Saat tiba giliran kami beramai-ramai masuk. Ternyata di dalam ada beberapa asisten yang melayani pasien. Segera anak kami diperiksa. Kami jelaskan bahwa menurut dokter anak kami diduga memiliki penyakit jantung. Maka sang asisten itu bermeditasi sebentar, kemudian memegang sebuh pulpen dengan ujung jari dan mengangkatnya sedikit  di atas meja. Setelah beberapa menit, dia membuka mata, melihat anak kami dengan serius dan bertanya lagi mengenai penyakit anak kami. Sekali lagi ia bermeditasi, mengangkat pulpen dengan  ujung jari, dan setelah beberapa menit menghentikan meditasinya.

“Anak ini tidak apa-apa, sehat sekali. Kalau anak ini sakit, pulpen yang saya pegang sudah bergoyang-goyang tadi. Semakin keras bergoyang, semakin parah sakitnya. Tapi tadi pulpen ini tidak bergerak sama sekali bukan!” katanya dengan heran. Plong… akhirnya kami sekeluarga. Ternyata anak kami sehat.

Saya tidak menganjurkan untuk tidak mempercayai dokter dan lebih percaya pada paranormal. Tetapi menggabungkan kedua hal itu mungkin lebih baik karena bisa saja salah satunya tidak tepat atau salah melakukan diagnosa.

Anda setuju?

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s