Monthly Archives: June 2013

Cerita Imajiner tentang Surga dan Neraka

Gambar

Pada suatu ketika hiduplah seorang yang makmur. Istrinya cantik dan anak-anaknya tampan. Rumahnya bagus bertingkat dengan mobil inventaris kantor selalu terparkir di depan rumah. Dia tidak pernah terlihat kekurangan uang dan sangat pemurah. Kalau ada acara di tingkat RT atau RW, sumbangan darinya tidak pernah putus. Bila melihat melihat pekerjaannya, tentu gaji yang didapat setiap bulannya standar pegawai pada umumnya. Mungkin beliau pintar mencari celah untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Rumahnya yang berdiri di atas tanah seluas 66 meter persegi dibangun bertingkat dan dihabiskan sampai di batas pagar tanpa menyisakan garasi. Maka mobil inventaris yang besar dan panjang itu selalu terparkir menyita setengah badan jalan di depan rumahnya. Banyak sebetulnya tetangga yang mengeluhkan kondisi ini, tetapi demi menjaga keutuhan hidup bertetangga, mereka hanya diam saja sambil mengomel dalam hati.

Suatu hari bapak yang dermawan ini meninggal. Istri dan anak-anaknya kebingungan seperti anak ayam yang kehilangan induk. Tetangga berdatangan menghibur dan membantu mengurus pemakaman sang bapak. Demikian pula kerabat yang susul-menyusul berdatangan ke rumah duka.

Alkisah arwah sang bapak dermawan ini sampai ke pintu surga. Malaikat penjaga pintu surga bertanya. “Siapa namamu?”.

“Saya bapak yang dermawan dan baru saja meninggal.” jawabnya.

Malaikat melihat catatan perjalanan hidup bapak dermawan dan berkata. “Kelihatannya engkau orang baik dan pantas masuk surga.”. Malaikat itu lalu membukakan pintu surga.

Baru saja pintu terbuka sedikit, terlihat malaikat yang lain berlari-lari sambil berteriak. “Tunggu duluuuu…”

Maka malaikat yang pertama menutup kembali pintu dan bertanya kepada malaikat kedua. “Ada apa saudaraku, orang ini menurut catatanku baik dan pantas masuk surga.”

Jawab malaikat kedua. ” Sabar saudaraku… ijinkanlah aku bercakap-cakap dengan tamu kita sebentar.”. Maka malaikat pertama mempersilahkan malaikat kedua untuk menemui arwah bapak dermawan.

“Berapa luas tanah yang kau miliki?” tanya malaikat.

“66 meter persegi malaikat.” jawab bapak dermawan.

“Lalu mengapa selama bertahun tahun engkau menguasai tanah seluas 78 meter persegi? Engkau menguasai tanah milik umum seluas 12 meter persegi selama bertahun-tahun tanpa kau sadari. Padahal para tetanggamu menjadi susah karena kelakuanmu!” kata malaikat.

“Tanah yang mana malaikat, aku orang jujur dan membangun rumahku tidak melebihi tanah seluas 66 meter persegi. Aku juga selalu dermawan kepada tetangga-tetanggaku.” jawabnya mengiba.

Malaikat menjawab dengan suara pelan tapi mantap. “Mobil inventarismu itu selalu kau parkir di jalan umum depan rumahmu bukan? Jalan di depan rumahmu itu bukan milikmu, tetapi milik umum. Engkau telah menguasainya untuk kepentinganmu sendiri selama berpuluh tahun. Maka segala kebaikanmu kepada tetangga-tetanggamu terhapus karena keserakahanmu ini. Oleh karena itu kamu harus menebusnya di neraka selama 100 tahun!”.

Malaikat itu lalu menendang bapak dermawan ke neraka untuk menebus kesalahannya di dunia selama 100 tahun… hanya gara-gara memarkir mobil di jalan umum setiap hari selama berpuluh tahun….

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Haryo Ulang Tahun

Hari ini, tanggal 25 Juni, Haryo berulang tahun. Anak saya yang kedua ini lahir enam tahun lalu di RSIA Bella Bekasi. Sejak bagun pagi tadi, ia sudah menagih kue ulang tahun. Padahal neneknya sudah berjanji akan membelikan kue ulang tahun kalau berlibur ke Bandung nanti.

Akhirnya istri saya menyerah dan mengajak saya membelikan kue ulang tahun yang bentuknya seperti gambar di bawah ini

Gambar

Setelah meniup lilin dan berfoto bersama kuenya, Haryo segera memotong kue itu dan memakannya dengan suka cita, lihatlah fotonya di bawah ini

Gambar

Dan lihatlah kakak dan adiknya yang ikut mendapat kemuliaan untuk menikmati kue ulang tahun ini

Gambar

Gambar

Untuk hadiah ulang tahunnya, Haryo meminta tas berbentuk lokomotif. Sudah sejak beberapa hari yang lalu dia saya ajak membeli tas itu di sebuah toko souvenir di daerah Manggarai. berangkat dan pulangnya naik kereta api. Wah… dia senang sekali sampai nggak mau pulang. Ini foto tasnya

Gambar

Inilah cerita ulang tahun Haryo yang keenam. Mudah-mudahan Haryo yang kerempeng dan cengeng ini menjadi anak yang kuat dan tambah gendut…

6 Comments

Filed under Uncategorized

Anak-anak

Gambar

Inilah foto ketiga anak-anak kami (saya dan istri). Yang paling besar di kanan adalah Seto. Yang kerempeng paling kiri adalah Haryo. Dan yang di tengah sedang melongo itu adalah Robi. Foto ini diambil sekitar setahun yang lalu.

Seto, yang terbesar adalah yang paling serius. Dia tidak suka dengan ketidak adilan. Maka saat ibunya lebih memperhatikan salah satu adiknya, ia akan merajuk dan marah-marah. Haryo yang kerempeng dan cengeng itu suka mencubit kalau sedang marah Sementara Robi yang sekarang sudah bisa lari ke sana kemari sering membentak kakak-kakaknya kalau sedang marah, walupun kata-katanya belum jelas.

Seto dan Robi memiliki banyak persamaan. Wajah mereka mirip waktu seumur. Demikian pula dengan kelakuannya. Mereka berdua adalah anak-anak yamg tertib. Kalau selesai memakan sesuatu, bungkusnya pasti akan dibuang ke tempat sampah. Bila selesai membaca atau melihat-lihat buku, pasti dikembalikan ke tempatnya semula. Oleh karena itu Robi lebih dekat dengan Seto. Kalau bermain dengan Seto, dia lebih tenang dang banyak tertawa. Sedangkan bila bermain dengan Haryo, pasti salah satu pada akhirnya akan menangis.

Lain halnya dengan Haryo. Anak yang satu ini malasnya bukan main. Senangnya menyuruh kakak atau ibunya. Kesukaannya pada kereta api luar biasa. Setelah selesai bermain kereta api dia pasti tidak mau membereskan mainannya. Bila ibunya mengancam akan membuang mainannya, dengan santainya dia akan menjawab. “Buang saja, nanti pasti dibelikan lagi sama bapak.” Cukup untuk membuat ibunya mengomel dan menjerit sepanjang hari. Saking malasnya, di sekolah dia dijuluki pak RT Sukowi. Tetapi dibalik kenakalan dan kemalasannya, Haryo adalah yang paling logis dan sistematis kalau menganalisis sesuatu. Maka setiap kali berdebat dengan ibu atau kakaknya, Haryo pasti menang.

Anak-anak memang berkah, Walaupun sepanjang hari yang mereka lakukan hanya mengacau dan membuat darah tinggi orang tuanya kumat, tetapi saat tertidur wajah mereka begtu damai dan menyenangkan. Hampir setiap hari saya jadi ikut berantem dengan istri karena kenakalan anak-anak ini. Tetapi malam harinya, saat melihat mereka mulai mengantuk dan tertidur…. waaahhhh…. damainya hati ini. Dan saya pun jadi rukun lagi dengan istri.

Seto dan Haryo memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Hal ini baru diketahui saat mereka melakukan psikotest menjelang masuk SD. Mendidik anak-anak dengan kecerdasan di atas rata-rata bukan hal yang mudah. Hal ini pula yang seringkali membuat istri saya jengkel karena cara pengajarannya tidak nyambung dengan pola pikir anak-anak. Memang tidak mudah dan memerlukan kesabaran ekstra.

Bagaimanapun, bersama dengan anak-anak ternyata selalu menyenangkan. Di balik kenakalan dan kejahilan mereka, sering terdapat kebijaksanaan dan kecerdasan yang terungkap tanpa sengaja. Hal ini sering menyadarkan kami sebagai orang tua bahwa tidak selamanya kami benar. Anak-anak bisa saja memberikan kebenaran melalui tingkah dan komentar polosnya…

See you in the next post…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Sunat

Gambar

Foto di atas adalah anak saya yang sulung, namanya Seto, dan saat itu belum disunat. Badannya ceking karena makannya susah. Umurnya sekitar 5 tahun dan masih duduk di TK. Waktu teman-teman seumurnya minta disunat, dia tidak ambil pusing dan malah terkesan menghindari pembicaraan mengenai sunat.

Suatu pagi Seto bangun sambil meringis menahan sakit. Dia bilang susah kencing. Maka ibunya menuntun ke kamar mandi dan melihat ada sedikit darah di ujung kemaluannya. Setelah dibujuk akhirnya dia mau sekolah walaupun sambil mengeluh. Siangnya kami serumah menjemput dia. Setelah sampai di mobil Seto menangis dan mengatakan kemaluannya sakit. Saat celananya dibuka ternyata ada bercak darah di celananya. Kami segera membawa Seto ke klinik dan dokter mengatakan bahwa Seto harus disunat. Rupanya kulit di ujung kemaluannya menyempit, menyebabkanbanyak kotoran tertimbun dan membuat infeksi.

Saya jadi teringat kejadian waktu masih kecil. Saya terpaksa disunat saat kelas 3 SD karena hal yang sama. Waktu itu usia umum untuk disunat adalah antara 15-10 tahun. Jadi penyakit itu menurun rupanya.

Istri saya tidak kuat menunggui anaknya disunat sehingga saya yang harus menunggui di kamar operasi. Seto hanya menjerit kecil saat disuntik bius lokal. Proses sunat pun berlangsung lancar dan Seto pun  tersenyum senyum. Sampai di rumah beberapa jam kemudian, rupanya pengaruh obat bius mulai hilang dan dia mulai merasakan perih di kemaluannya. Mulailah Seto mengeluh panjang pendek dan yang paling menjengkelkan, dia tidak mau memakai celana sampai luka sunatnya mengering.

Jadilah saya dan istri bergadang setiap malam mengipasi daerah sekitar kemaluan Seto sampai dia tertidur. Kadang-kadang dia terbangun tengah makam dan minta dikipasi lagi. Demikian berlangsung selama seminggu dan akhirnya setelah tidak bercelana selama seminggu, luka sunatnya mengering.

Sejak disunat Seto tidak pernah lagi mengeluh sakit saat kencing. Sejak itu pula nafsu makannya menjadi besar dan badannya pun semakin membesar. Kalau tadinya kami sibuk membuat Seto supaya mau makan, sekarang kami sibuk mengerem keinginan makannya yang kadang-kadang kelewatan. Kalau dituruti bisa sampai 5 kali sehari dia makan.

Gambar

Inilah foto Seto sekitar setahun yang lalu. Kelihatan sekali bedanya bukan. Saya tidak tahu apakah ini karena efek disunat atau memang sudah waktunya dia menjadi gendut. Yang pasti selain badanya menjadi gendut, Seto juga menjadi jarang sakit dan lebih aktif. Jadi kalau ingin anak laki-laki anda lebih gemuk, mungkin sunat adalah salah satu solusinya. Tentunya untuk yang belum disunat….

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Santo Antonius Padua

Gambar

Hari ini, tanggal 13 Agustus, adalah pesta nama Santo Antonius dari Padua bagi Gereja Katolik. Mengapa harus ada penjelasan “dari Padua”? Karena ada beberapa Santo yang bernama Antonius, walaupun memang yang paling terkenal adalah Antonius Padua.

Antonius dari Padua, disebut demikian, karena beliau wafat di kota Padua Italia pada tanggal 13 Juni 1231 dalam usia 36 tahun. Nama aslinya adalah Fernando dan dilahirkan di Lisbon, Portugal pada tahun 1195. Nama Antonius adalah nama yang dipakai Fernando setelah bergabung dengan ordo Fransiskus Asisi (OFM). Dengan nama inilah beliau berkeliling Italia dan Sisilia memberikan khotbah, mempertobatkan banyak orang, dan membuat mukjizat.

Antonius Padua adalah nama baptis saya. Gereja Katolik sebetulnya memiliki tuntunan dalam memilih nama baptis. Setiap orang kudus memiliki tanggal peringatan nama yang sama dengan  tanggal wafatnya. Tetapi banyak orang memilih nama baptis tidak sesuai dengan tanggal kelahiran atau tanggal baptisnya. Hal ini tentu berhubungan dengan kesukaan pada orang kudus yang menjadi idolanya. Seharusnya nama baptis saya adalah Yustinus karena saya lahir pada tanggal 1 Juni. tetapi ibu saya rupanya mengidolakan Antonius Padua, sehingga memberikan nama ini pada saat saya dibaptis. Sewaktu belum menikah, ibu bekerja di kota Yogyakarta dan setiap Minggu mengikuti misa di gereja Santo Antonius, Kotabaru.

Nama Antonius (dari Padua) memang cukup disenangi oleh umat Katolik. Di komplek tempat tinggal saya ada beberapa nama Antonius. Bahkan nama wilayah tempat saya tinggal adalah wilayah Santo Antonius. Saya sendiri senang dengan nama ini. Dengan nama yang dimulai huruf A, saya tentu berada di urutan depan dalam absensi. Tetapi yang lebih penting adalah bahwa saya terpacu untuk bisa meneladan hidup dan semangat Santo Antonius dalam mewartakan cinta kasih Tuhan.

Selamat merayakan hari peringatan Santo Antonius Padua…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Timor Timur

Gambar

Timor Timur atau sekarang menjadi Timor Leste adalah sebuah daerah yang menempati sekitar setengah wilayah dari pulau Timor. Saat masih menjadi salah satu propinsi di Indonesia, namanya Timor Timur. Setelah merdeka pada tahun 1999 namanya berubah menjadi Republik Demokratik Timor Leste. Bapak saya pernah bertugas di sana sebagai kepala sekolah selama sekitar 5 tahun. Mulai tahun 1994 sampai dengan menjelang jajak pendapat yang membuat Timor Timur merdeka pada tahun 1999. Saya sempat mengunjungi beliau sebanyak 3 kali, pada tahun 1995, 1996, dan 1998.

Pada kunjungan saya yang pertama kali, saat itu juga merupakaan saat pertama kalinya saya naik pesawat terbang. Dengan menggunakan free ticket dari perusahaan, saya berangkat dari Jakarta pada pukul 06.00 pagi. Setelah transit di Denpasar selama sekitar 40 menit, perjalanan dilanjutkan kembali ke Dili, ibukota Timor Timur, selama sekitar 90 menit. Kesan pertama yang saya lihat saat hendak mendarat adalah ketandusan tanah Timor. Sesaat sebelum mendarat, pesawat melewati sebuah sungai lebar yang kering. Ternyata panjang landasannya hanya 1800 meter, jadi pesawat menggunakan rem maksimum yang membuat goncangan sangat terasa. bandara Komoro di Dili adalah bandara yang kecil tetapi memiliki fasilitas imigrasi karena kadang-kadang ada penerbangan ke Australia. Di pintu kedatangan bandara banyak orang menonton pesawat terbang sehingga cukup menyulitkan penumpang yang hendak keluar. Saat sudah keluar dari pintu bandara pandangan mata akan langsung tertuju pada satu-satunya ATM di Timor Timur, yaitu ATM bank Danamon. ATM ini membuat bank Danamon meng-klaim sebagai satu-satunya bank yang memiliki ATM di 27 propinsi. Kenyataannya ATM ini lebih sering kosong daripada berisi uang.

Bapak saya tinggal di rumah dinas di dalam komplek sekolah menengah kejuruan. Jadi semua sekolah menengah kejuruan dijadikan satu kompleks di daerah Becora, Dili timur. Perjalanan dari bandara Komoro ke tempat bapak saya tinggal dan bertugas hanya sekitar 40 menit. Setengah jalan yang dilewati dari bandara menuju kota Dili adalah jalan yang paling besar dan bagus, namanya jalan Ibu Tien Soeharto.

Suasana kota Dili cukup nyaman walaupun terasa panas. Kotanya kecil dan dapat selesai dikelilingi dalam waktu 2 jam. Pantainya indah berpasir putih. Suasana sepi mulai terasa ketika malam hari tiba. Sekitar pukul 8 malam suasana jalanan sudah sepi dan jarang terlihat kendaraan yang lewat. Biasanya bapak bersama teman-temannya menghabiskan malam dengan menonton televisi atau bermain kartu. Teman-teman bapak yang  bujangan atau yang tidak membawa keluarganya berkumpul di rumah dinas bapak hampir setiap malam.

Tidak banyak yang bisa dilihat di kota Dili saat itu. Selain pantai yang indah namun sepi, kita juga bisa mengunjungi patung Kristus Raja dekat pantai. Angkutan umum yang beroperasi umumnya menyetel musik dengan suara keras. Jadi sebelum mobilnya terlihat, suara musiknya sudah terdengar. Harga makanan lebih mahal dibandingkan dengan harga di pulau Jawa. Oleh karena itu pegawai negeri di sana mendapat tunjangan khusus. Kebanyakan pegawai negeri yang bertugas adalah mereka yang baru memulai karir. Setelah beberapa tahun, mereka akan mengajukan kepindahan ke pulau Jawa.

Setelah merdeka, saya belum pernah lagi mengunjungi Timor Timur. Saya tidak tahu lagi keadaan di sana yang menurut bapak kacau balau menjelang jajak pendapat. Mudah-mudahan pilihan untuk merdeka bukanlah pilihan yang salah karena taruhannya sangat besar, yaitu jiwa-jiwa yang mendiami negara Timor Leste ini.

2 Comments

Filed under Uncategorized

Sepeda Listrik

Gambar

Gambar di atas adalah sebuah sepeda listrik. Sepeda ini bisa dijalankan dengan pedal tetapi yang sering dipakai adalah tenaga listrik dari baterai (accumulator) yang memutar motor listrik (dinamo). Kendaraan ini sangat populer di Yanliang, sebuah kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah utara kota Xian, China tengah.

Karena tugas dari kantor, saya berada di kota kecil ini selama 3 minggu. Di kota kecil inilah terdapat pabrik pesawat terbang Xian Aircraft Company (XAC) yang memproduksi pesawat transport 56 penumpang.

Populasi sepeda listrik ini sangat banyak. Bila dibuat pengandaian, komposisi kendaraan di Yanliang, 20% adalah mobil, 10% adalah sepeda motor berbahan bakar bensin, 10% adalah sepeda biasa, dan 60% adalah sepeda listrik. Dengan gerakan nyaris tanpa suara, saya dan beberapa teman seringkali nyaris tertabrak alat transportasi yang satu ini. Banyak karyawan pabrik XAC yang menuju tempat kerja memakai sepeda listrik ini. Dengan harga antara 2,5-4,5 juta (kalau di rupiahkan) sepeda listrik inilah kendaraan yang paling terjangkau oleh sebagian besar penduduk kota Yanliang.

Baterai yang dipergunakan berbentuk persegi dan berada di bawah sadel dan terdiri dari 2 sampai 4 cell. Dengan kekuatan 2 cell saja rupanya sudah cukup untuk melakukan aktivitas transportasi seharian. Malamnya baterai diisi ulang dengan alat semacam adaptor yang dihubungankan dengan listrik rumah. Alat ini disertakan saat pembelian sepeda listrik.

Sepeda listrik ini memang cocok untuk kota seperti Yanliang. Kotanya tidak terlalu besar dan sangat teratur. Daerahnya datar sehingga sangat menunjang keiritan pemakaian baterai. Di pagi hari terlihat ibu atau bapak berangkat kerja sekaligus memboncengkan anaknya pergi sekolah. Siang hari saat istirahat terlihat ribuan sepeda listrik berhamburan mengantarkan pemiliknya pulang beristirahat sekalian menjemput anak pulang sekolah. Sore setelah pulang dari pekerjaan, si ibu atau bapak membonceng orang tuanya di belakang dan anaknya yang masih kecil di depan pergi ke lapangan kota untuk menikmati hiburan dari pemerintah. Setiap sore di lapangan yang ada (terdapat beberapa lapangan luas untuk kota sekecil Yanliang) disediakan acara untuk menghibur warga. Ada yang memutar lagu dansa atau lagu aerobik. Ada juga tempat untuk mengajari anak-anak cara bermain sepatu roda. Semua itu gratis disediakan oleh pemerintah.

Sepulang ke Indonesia, saya ingin juga memiliki sepeda listik ini. Untuk mengendarainya tidak perlu SIM, tidak perlu menggenjot, tidak menimbulkan polusi dan tidak bising. Maka saya mencari dealer yang menjual sepeda lsitrik. Alangkah terkejutnya saya melihat harga yang terpampang. Kalau di Yanliang harga termurah sekitar 2,5 Juta rupiah, maka di Indonesia, sepeda listrik dengan model yang persis sama harganya hampir 5 juta rupiah. Saya terhenyak dan mengubur impian untuk memiliki sepeda listrik.

Sebenarnya sepeda listrik ini adalah solusi yang cukup baik bagi Indonesia. Sering saya lihat ibu-ibu yang bepergian kurang dari 1 kilometer saja menggunakan sepeda motor. Kalau bisa diganti dengan sepeda listrik kan sangat membantu mengurangi polusi udara, polusi suara dan konsumsi BBM. Tetapi dengan harga yang sama dengan sepeda motor bekas berumur 3-4 tahun dan layanan purna jual yang belum banyak, kelihatannya masih perlu waktu untuk merealisasikan mimpi ini.

Suatu hari semoga mimpi ini menjadi nyata…

2 Comments

Filed under Uncategorized