Pekerjaan Rutin

Gambar

Gambar di atas adalah bagian dari kantor saya. Sebagaimana inspector pada umumnya, saya dititipkan pada bagian yang sesuai dengan keahlian. Karena saya ditunjuk untuk menjadi inspector di bagian spare parts, maka saya dititipkan pada bagian yang mengelola spare parts.

Spare parts pesawat terbang harus dikelola sesuai dengan ketentuan pada peraturan penerbangan sipil atau bahasa kerennya Civil Aviation safety Regulation (CASR). Sejak desain, proses produksi, pengiriman, penyimpanan, pemakaian, sampai pembuangan (scrap), spare parts pesawat terbang harus mengikuti peraturan penerbangan sipil yang berlaku internasional. Masing-masing otoritas penerbangan suatu negara memang membuat peraturan penerbangan sipil sendiri, tetapi pada dasarnya, isinya mirip satu sama lain.

Ada banyak ruangan dalam gudang spare parts sesuai dengan klasifikasinya. Ada ruangan penerimaan, penyimpanan repairable (parts yang bisa diperbaiki berulang-ulang), penyimpanan parts dari bahan karet atau kaca, penyimpanan bahan kimia, penyimpanan parts yang rusak, sampai penyimpanan parts yang ditolak karena tidak sesuai dengan peraturan penerbangan sipil. Gambar di atas adalah ruangan unruk penerimaan parts. Di sinilah inspector spare parts akan memeriksa kondisi fisik dan dokumen parts. Bila inspector tidak teliti dalam memeriksa kondisi fisik parts, maka perusahaan akan dirugikan karena mendapatkan parts yang tidak utuh atau cacat. Bila ketidaktelitian berhubungan dengan dokumen, maka ini lebih berbahaya. Perusahaan penerbangan akan dianggap memakai parts dengan dokumen yang tidak memenuhi peraturan penerbangan sehingga dapat dibekukan pengoperasiannya.

Gambar ban dan oli di atas adalah parts yang sangat sering saya terima. Untuk oli, tentu dapat dipahami seringnya mesin pesawat terbang memerlukan tambahan. Karena beroperasi pada suhu yang tinggi, tentu ada oli yang akan terbakar atau menguap. Demikian pula dengan ban. Tingkat keborosan pemakaian ban tergantung pada kondisi landasan dan cara pilot mengendalikan pesawat terbang di darat. Saya pernah bertemu dengan perwakilan pabrik ban. Beliau bercerita bahwa tingkat pemakaian ban di Indonesia paling tinggi di Asia karena kondisi landasan yang kurang bagus.

Setiap parts yang datang dari pabrik atau distributor selalu disertai dengan sertifikat layak pakai. Sertifikat ini seperti ijasah bagi seorang yang telah menyelesaikan atau lulus pendidikan. Tanpa sertifikat, jangan harap parts  bisa diterima. Kadang-kadang nilai sertifikat ini lebih mahal dibandingkan harga barangnya. Untuk oli, selalu ada yang namanya batch number. Batch number adalah urutan nomor unik produksi dari pabrik yang berhubungan dengan tanggal produksi. Hal ini harus diketahui karena oli ada umurnya. Pemakaian oli yang sudah melampaui umur tentu akan merusak mesin. Sedangkan untuk ban ada nomor seri pada tiap ban. Nomor seri ini penting karena nantinya ban bisa di-vulkanisir (retread) bila sudah gundul. Ban harus diperiksa satu persatu saat kedatangan karena ada kemungkinan cacat terjadi saat pengiriman. Cacat inipun ada klasifikasinya. Bila cacat yang terjadi melebihi batasan dari pabrik, maka akan dikembalikan ke distributor. Demikian pula dengan oli. jangan sampai mendapat oli yang sisa umurnya pendek dan kemasannya bocor. Ini tentu akan sangat merugikan.

Oli diterima dalam box karton yang berisi 24 kaleng. Tiap kaleng berisi 1 quarts (satuan yang setara dengan 946 ml). Setiap kali pengiriman rata-rata diterima 20 box. Sedangkan ban datang dalam satuan. Jumlahnya tidak pasti, kadang hanya 10 buah, tetapi kadang sampai 300 buah sekali kirim. Dapat dibayangkan lelahnya memeriksa 300 buah ban. Bisa makan waktu beberapa hari mengingat saya bekerja sendiri.

Tapi itulah seninya bekerja menjadi inspector. Ketelitian dan kemauan belajar untuk memahami aturan adalah tuntutan yang harus dipenuhi. Saringan pertama bagi keselamatan penerbangan berawal di sini. Bila parts yang tidak memenuhi syarat bisa ditemukan oleh inspector parts, maka satu kemungkinan kecelakaan pesawat terbang sudah berkurang. Sungguh suatu kepuasan batin yang tidak tergambarkan.

Lain kali saya akan bercerita tentang spare parts jenis lain yang juga penting bagi beroperasinya pesawat terbang. See you in the next post…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s