Sepeda Listrik

Gambar

Gambar di atas adalah sebuah sepeda listrik. Sepeda ini bisa dijalankan dengan pedal tetapi yang sering dipakai adalah tenaga listrik dari baterai (accumulator) yang memutar motor listrik (dinamo). Kendaraan ini sangat populer di Yanliang, sebuah kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah utara kota Xian, China tengah.

Karena tugas dari kantor, saya berada di kota kecil ini selama 3 minggu. Di kota kecil inilah terdapat pabrik pesawat terbang Xian Aircraft Company (XAC) yang memproduksi pesawat transport 56 penumpang.

Populasi sepeda listrik ini sangat banyak. Bila dibuat pengandaian, komposisi kendaraan di Yanliang, 20% adalah mobil, 10% adalah sepeda motor berbahan bakar bensin, 10% adalah sepeda biasa, dan 60% adalah sepeda listrik. Dengan gerakan nyaris tanpa suara, saya dan beberapa teman seringkali nyaris tertabrak alat transportasi yang satu ini. Banyak karyawan pabrik XAC yang menuju tempat kerja memakai sepeda listrik ini. Dengan harga antara 2,5-4,5 juta (kalau di rupiahkan) sepeda listrik inilah kendaraan yang paling terjangkau oleh sebagian besar penduduk kota Yanliang.

Baterai yang dipergunakan berbentuk persegi dan berada di bawah sadel dan terdiri dari 2 sampai 4 cell. Dengan kekuatan 2 cell saja rupanya sudah cukup untuk melakukan aktivitas transportasi seharian. Malamnya baterai diisi ulang dengan alat semacam adaptor yang dihubungankan dengan listrik rumah. Alat ini disertakan saat pembelian sepeda listrik.

Sepeda listrik ini memang cocok untuk kota seperti Yanliang. Kotanya tidak terlalu besar dan sangat teratur. Daerahnya datar sehingga sangat menunjang keiritan pemakaian baterai. Di pagi hari terlihat ibu atau bapak berangkat kerja sekaligus memboncengkan anaknya pergi sekolah. Siang hari saat istirahat terlihat ribuan sepeda listrik berhamburan mengantarkan pemiliknya pulang beristirahat sekalian menjemput anak pulang sekolah. Sore setelah pulang dari pekerjaan, si ibu atau bapak membonceng orang tuanya di belakang dan anaknya yang masih kecil di depan pergi ke lapangan kota untuk menikmati hiburan dari pemerintah. Setiap sore di lapangan yang ada (terdapat beberapa lapangan luas untuk kota sekecil Yanliang) disediakan acara untuk menghibur warga. Ada yang memutar lagu dansa atau lagu aerobik. Ada juga tempat untuk mengajari anak-anak cara bermain sepatu roda. Semua itu gratis disediakan oleh pemerintah.

Sepulang ke Indonesia, saya ingin juga memiliki sepeda listik ini. Untuk mengendarainya tidak perlu SIM, tidak perlu menggenjot, tidak menimbulkan polusi dan tidak bising. Maka saya mencari dealer yang menjual sepeda lsitrik. Alangkah terkejutnya saya melihat harga yang terpampang. Kalau di Yanliang harga termurah sekitar 2,5 Juta rupiah, maka di Indonesia, sepeda listrik dengan model yang persis sama harganya hampir 5 juta rupiah. Saya terhenyak dan mengubur impian untuk memiliki sepeda listrik.

Sebenarnya sepeda listrik ini adalah solusi yang cukup baik bagi Indonesia. Sering saya lihat ibu-ibu yang bepergian kurang dari 1 kilometer saja menggunakan sepeda motor. Kalau bisa diganti dengan sepeda listrik kan sangat membantu mengurangi polusi udara, polusi suara dan konsumsi BBM. Tetapi dengan harga yang sama dengan sepeda motor bekas berumur 3-4 tahun dan layanan purna jual yang belum banyak, kelihatannya masih perlu waktu untuk merealisasikan mimpi ini.

Suatu hari semoga mimpi ini menjadi nyata…

Advertisements

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Sepeda Listrik

  1. syahrani kemala fitriansyah ||

    itu beli sepedany di mana

    kalo mau di bls di facebook aja SYAHRANI KEMALA FITRIANSYAH ||

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s