Sunat

Gambar

Foto di atas adalah anak saya yang sulung, namanya Seto, dan saat itu belum disunat. Badannya ceking karena makannya susah. Umurnya sekitar 5 tahun dan masih duduk di TK. Waktu teman-teman seumurnya minta disunat, dia tidak ambil pusing dan malah terkesan menghindari pembicaraan mengenai sunat.

Suatu pagi Seto bangun sambil meringis menahan sakit. Dia bilang susah kencing. Maka ibunya menuntun ke kamar mandi dan melihat ada sedikit darah di ujung kemaluannya. Setelah dibujuk akhirnya dia mau sekolah walaupun sambil mengeluh. Siangnya kami serumah menjemput dia. Setelah sampai di mobil Seto menangis dan mengatakan kemaluannya sakit. Saat celananya dibuka ternyata ada bercak darah di celananya. Kami segera membawa Seto ke klinik dan dokter mengatakan bahwa Seto harus disunat. Rupanya kulit di ujung kemaluannya menyempit, menyebabkanbanyak kotoran tertimbun dan membuat infeksi.

Saya jadi teringat kejadian waktu masih kecil. Saya terpaksa disunat saat kelas 3 SD karena hal yang sama. Waktu itu usia umum untuk disunat adalah antara 15-10 tahun. Jadi penyakit itu menurun rupanya.

Istri saya tidak kuat menunggui anaknya disunat sehingga saya yang harus menunggui di kamar operasi. Seto hanya menjerit kecil saat disuntik bius lokal. Proses sunat pun berlangsung lancar dan Seto pun  tersenyum senyum. Sampai di rumah beberapa jam kemudian, rupanya pengaruh obat bius mulai hilang dan dia mulai merasakan perih di kemaluannya. Mulailah Seto mengeluh panjang pendek dan yang paling menjengkelkan, dia tidak mau memakai celana sampai luka sunatnya mengering.

Jadilah saya dan istri bergadang setiap malam mengipasi daerah sekitar kemaluan Seto sampai dia tertidur. Kadang-kadang dia terbangun tengah makam dan minta dikipasi lagi. Demikian berlangsung selama seminggu dan akhirnya setelah tidak bercelana selama seminggu, luka sunatnya mengering.

Sejak disunat Seto tidak pernah lagi mengeluh sakit saat kencing. Sejak itu pula nafsu makannya menjadi besar dan badannya pun semakin membesar. Kalau tadinya kami sibuk membuat Seto supaya mau makan, sekarang kami sibuk mengerem keinginan makannya yang kadang-kadang kelewatan. Kalau dituruti bisa sampai 5 kali sehari dia makan.

Gambar

Inilah foto Seto sekitar setahun yang lalu. Kelihatan sekali bedanya bukan. Saya tidak tahu apakah ini karena efek disunat atau memang sudah waktunya dia menjadi gendut. Yang pasti selain badanya menjadi gendut, Seto juga menjadi jarang sakit dan lebih aktif. Jadi kalau ingin anak laki-laki anda lebih gemuk, mungkin sunat adalah salah satu solusinya. Tentunya untuk yang belum disunat….

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s