Anak-anak

Gambar

Inilah foto ketiga anak-anak kami (saya dan istri). Yang paling besar di kanan adalah Seto. Yang kerempeng paling kiri adalah Haryo. Dan yang di tengah sedang melongo itu adalah Robi. Foto ini diambil sekitar setahun yang lalu.

Seto, yang terbesar adalah yang paling serius. Dia tidak suka dengan ketidak adilan. Maka saat ibunya lebih memperhatikan salah satu adiknya, ia akan merajuk dan marah-marah. Haryo yang kerempeng dan cengeng itu suka mencubit kalau sedang marah Sementara Robi yang sekarang sudah bisa lari ke sana kemari sering membentak kakak-kakaknya kalau sedang marah, walupun kata-katanya belum jelas.

Seto dan Robi memiliki banyak persamaan. Wajah mereka mirip waktu seumur. Demikian pula dengan kelakuannya. Mereka berdua adalah anak-anak yamg tertib. Kalau selesai memakan sesuatu, bungkusnya pasti akan dibuang ke tempat sampah. Bila selesai membaca atau melihat-lihat buku, pasti dikembalikan ke tempatnya semula. Oleh karena itu Robi lebih dekat dengan Seto. Kalau bermain dengan Seto, dia lebih tenang dang banyak tertawa. Sedangkan bila bermain dengan Haryo, pasti salah satu pada akhirnya akan menangis.

Lain halnya dengan Haryo. Anak yang satu ini malasnya bukan main. Senangnya menyuruh kakak atau ibunya. Kesukaannya pada kereta api luar biasa. Setelah selesai bermain kereta api dia pasti tidak mau membereskan mainannya. Bila ibunya mengancam akan membuang mainannya, dengan santainya dia akan menjawab. “Buang saja, nanti pasti dibelikan lagi sama bapak.” Cukup untuk membuat ibunya mengomel dan menjerit sepanjang hari. Saking malasnya, di sekolah dia dijuluki pak RT Sukowi. Tetapi dibalik kenakalan dan kemalasannya, Haryo adalah yang paling logis dan sistematis kalau menganalisis sesuatu. Maka setiap kali berdebat dengan ibu atau kakaknya, Haryo pasti menang.

Anak-anak memang berkah, Walaupun sepanjang hari yang mereka lakukan hanya mengacau dan membuat darah tinggi orang tuanya kumat, tetapi saat tertidur wajah mereka begtu damai dan menyenangkan. Hampir setiap hari saya jadi ikut berantem dengan istri karena kenakalan anak-anak ini. Tetapi malam harinya, saat melihat mereka mulai mengantuk dan tertidur…. waaahhhh…. damainya hati ini. Dan saya pun jadi rukun lagi dengan istri.

Seto dan Haryo memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Hal ini baru diketahui saat mereka melakukan psikotest menjelang masuk SD. Mendidik anak-anak dengan kecerdasan di atas rata-rata bukan hal yang mudah. Hal ini pula yang seringkali membuat istri saya jengkel karena cara pengajarannya tidak nyambung dengan pola pikir anak-anak. Memang tidak mudah dan memerlukan kesabaran ekstra.

Bagaimanapun, bersama dengan anak-anak ternyata selalu menyenangkan. Di balik kenakalan dan kejahilan mereka, sering terdapat kebijaksanaan dan kecerdasan yang terungkap tanpa sengaja. Hal ini sering menyadarkan kami sebagai orang tua bahwa tidak selamanya kami benar. Anak-anak bisa saja memberikan kebenaran melalui tingkah dan komentar polosnya…

See you in the next post…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s