Cerita Imajiner tentang Surga dan Neraka

Gambar

Pada suatu ketika hiduplah seorang yang makmur. Istrinya cantik dan anak-anaknya tampan. Rumahnya bagus bertingkat dengan mobil inventaris kantor selalu terparkir di depan rumah. Dia tidak pernah terlihat kekurangan uang dan sangat pemurah. Kalau ada acara di tingkat RT atau RW, sumbangan darinya tidak pernah putus. Bila melihat melihat pekerjaannya, tentu gaji yang didapat setiap bulannya standar pegawai pada umumnya. Mungkin beliau pintar mencari celah untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Rumahnya yang berdiri di atas tanah seluas 66 meter persegi dibangun bertingkat dan dihabiskan sampai di batas pagar tanpa menyisakan garasi. Maka mobil inventaris yang besar dan panjang itu selalu terparkir menyita setengah badan jalan di depan rumahnya. Banyak sebetulnya tetangga yang mengeluhkan kondisi ini, tetapi demi menjaga keutuhan hidup bertetangga, mereka hanya diam saja sambil mengomel dalam hati.

Suatu hari bapak yang dermawan ini meninggal. Istri dan anak-anaknya kebingungan seperti anak ayam yang kehilangan induk. Tetangga berdatangan menghibur dan membantu mengurus pemakaman sang bapak. Demikian pula kerabat yang susul-menyusul berdatangan ke rumah duka.

Alkisah arwah sang bapak dermawan ini sampai ke pintu surga. Malaikat penjaga pintu surga bertanya. “Siapa namamu?”.

“Saya bapak yang dermawan dan baru saja meninggal.” jawabnya.

Malaikat melihat catatan perjalanan hidup bapak dermawan dan berkata. “Kelihatannya engkau orang baik dan pantas masuk surga.”. Malaikat itu lalu membukakan pintu surga.

Baru saja pintu terbuka sedikit, terlihat malaikat yang lain berlari-lari sambil berteriak. “Tunggu duluuuu…”

Maka malaikat yang pertama menutup kembali pintu dan bertanya kepada malaikat kedua. “Ada apa saudaraku, orang ini menurut catatanku baik dan pantas masuk surga.”

Jawab malaikat kedua. ” Sabar saudaraku… ijinkanlah aku bercakap-cakap dengan tamu kita sebentar.”. Maka malaikat pertama mempersilahkan malaikat kedua untuk menemui arwah bapak dermawan.

“Berapa luas tanah yang kau miliki?” tanya malaikat.

“66 meter persegi malaikat.” jawab bapak dermawan.

“Lalu mengapa selama bertahun tahun engkau menguasai tanah seluas 78 meter persegi? Engkau menguasai tanah milik umum seluas 12 meter persegi selama bertahun-tahun tanpa kau sadari. Padahal para tetanggamu menjadi susah karena kelakuanmu!” kata malaikat.

“Tanah yang mana malaikat, aku orang jujur dan membangun rumahku tidak melebihi tanah seluas 66 meter persegi. Aku juga selalu dermawan kepada tetangga-tetanggaku.” jawabnya mengiba.

Malaikat menjawab dengan suara pelan tapi mantap. “Mobil inventarismu itu selalu kau parkir di jalan umum depan rumahmu bukan? Jalan di depan rumahmu itu bukan milikmu, tetapi milik umum. Engkau telah menguasainya untuk kepentinganmu sendiri selama berpuluh tahun. Maka segala kebaikanmu kepada tetangga-tetanggamu terhapus karena keserakahanmu ini. Oleh karena itu kamu harus menebusnya di neraka selama 100 tahun!”.

Malaikat itu lalu menendang bapak dermawan ke neraka untuk menebus kesalahannya di dunia selama 100 tahun… hanya gara-gara memarkir mobil di jalan umum setiap hari selama berpuluh tahun….

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s