Pameran Mummy dan Budaya Mesir di Mall

Gambar

Sejak minggu ketiga bulan Juli sampai akhir Agustus 2013, diadakan pameran mengenai mummy dan budaya Mesir pada jaman itu, di sebuah mall di Bekasi Utara. Pameran mengambil tempat di lantai 1 dan menempati ruangan yang cukup luas. Tiket masuknya Rp. 10.000,- per orang. Anak-anak di atas 3 tahun harus membayar bila ingin mengunjugi pameran ini.

Maka dengan antusias, anak-anak saya mengajak untuk melihat pameran ini. Setelah membayar tiket, kami masuk dan langsung bertemu sebuah ruangan yang remang-remang berisi beberapa patung dewa Mesir yang terbuat dari busa. Penerangan menggunakan lampu yang dibuat menyerupai obor. Suasana padang pasir dan jaman yang telah lampau langsung terasa dengan warna coklat pasir yang mendominasi ruangan.

Pintu menuju ruangan berikutnya ditutupi tirai berwarna coklat pasir. Saat memasuki ruangan kedua, kami disambut sebuah tayangan dokumenter dari National Geographic tentang lembah para Raja, mummy Tutankhamun, dan penelitian yang dilakukan untuk membuat replika sebuah mummy. Film diputar berulang-uang. Jadi, bila tertinggal dari awal film, masih bisa mengikuti rangkaian ceritanya.

Selesai di ruangan film, kami menembus tirai berikutnya menuju ruangan yang lebih terang dan berisi miniatur patung-patung dewa bangsa Mesir disertai keterangan cukup rinci. Ruangan berikutnya masih berisi patung-patung dewa dan patung Tutankhamun tetapi seukuran manusia. Di ruangan ini pula terdapat replika mummy Tutankhamun dengan skala 1:1 dalam peti kaca. Ruangan ini cukup terang karena di dindingnya tergantung beberapa berita yang diperbesar seukuran kertas A3 dan dibingkai. Diantaranya berisi berita mengenai penemuan mummy Tutankhamun dan riwayat hidup Tutankhamun.

Menyingkap tirai ruangan berikutnya, terlihat seperti replika ruangan sebuah piramida. Dengan tembok dan ruangan yang berliku. Tanda panah yang menyesatkan. Patung-patung dan mummy sekeuran manusia. Ruangan ini semakin seram karena nyaris tanpa penerangan. Saat memasuki lorong menuju pintu keluar, kami kaget bukan kepalang, karena mummy di ujung lorong tiba-tiba bergerak-gerak. Maka berhamburanlah kami kembali menuju ruangan pamer replika mummy yang terang benderang. Di sana pak satpam sudah menghadang dan mangatakan bahwa jalan keluarnya harus lewat ruangan yang menyeramkan tadi.

Akhirnya kami menunggu rombongan lain dan beramai-ramai menuju pintu keluar melalui labirin replika piramida itu. Kekagetan demi kekagetan kami alami sepanjang belokan lorong. Dan ternyata mummy yang bergerak tadi adalah patung yang digerakkan oleh seseorang yang berpakaian seperti prajurit Mesir kuno. Setelah beberapa menit penuh ketegangan dan tersasar melalui ruangan-ruangan yang seram, kami menemukan pintu keluar.

Aaaaahhhh…. hawa segar dan cahaya lampu yang terang benderang menyambut kami, dan kami pun tertawa terbahak-bahak mentertawakan katakutan kami di dalam tadi. Padahal, waktu di dalam labirin, jangankan tertawa, tersenyum saja tidak mampu.

Dengan harga tiket Rp. 10.000,- rasanya pameran ini layak dikunjungi untuk menambah pengetahuan anak-anak. Asalkan jantung cukup kuat untuk melewati labirin replika piramida yang mengakhiri petualangan ini…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s