Monthly Archives: August 2013

Politik di Tempat Kerja

Gambar

Waktu kecil, banyak nasihat yang diberikan oleh para sesepuh atau orang tua mengenai dunia kerja. Dikatakan bahwa “Bila kamu rajin dan jujur, maka kamu akan sukses dalam bekerja.” Apakah hal ini benar? Tidak sepenuhnya benar dan juga tidak sepenuhnya salah. Yang paling tepat adalah bahwa bekerja itu seperti masuk ke dunia politik -sesuatu yang sangat tidak saya sukai sebetulnya- tetapi tetap harus dihadapi.

Saat menjadi staf atau pejabat struktural rendahan, tentu kita berhutang kebaikan kepada atasan langsung kita.E ntah karena kebijaksanaannya atau bimbingan yang diberikan. Tetapi saya menganggap hal itu sebagai kewajaran. Sudah menjadi tugas seorang atasan untuk membimbing bawahannya agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Masalah akan terjadi saat mantan atasan meminta balas jasa untuk semua yang telah dilakukannya di masa lalu.

Suatu saat dalam perjalanan karier, saya sempat menjadi pejabat struktural. Kemudian saya dipindahkan ke bagian Quality Control karena katanya cocok untuk saya. Ternyata memang cocok. Saya senang dengan aturan yang dijalankan dengan baik dan benar. Dan salah satu tugas saya adalah menjalankan sekaligus mengawasi agar aturan dijalankan dengan baik dan benar.

Mantan atasan rupanya bernasib baik dan mendapat promosi jabatan setingkat lebih tinggi. Walaupun berbeda bagian, tetapi pekerjaan kami masih saling terkait. Rupanya mantan atasan ini memiliki conflict of interest antara jabatannya dengan bsinis pribadi. Saya tidak pernah mempermasalahkan bila ada seseorang yang menjalankan bisnis pribadi di dalam perusahaan, selama tidak berseberangan dengan aturan dari perusahaan. Konflik terjadi saat mantan atasan ini berbuat terlalu jauh dengan bisnis pribadinya yang ndilalah berhadapan dengan aturan yang harus saya awasi dan laksanakan. Beberapa kali benturan terjadi dan saya selalu bisa “memenangkan” konflik karena ada aturan tertulis yang menjadi dasar tindakan.

Mungkin karena merasa gagal, beliau mulai membuat laporan dan aduan kepada pejabat eselon 1. Beberapa kali pula saya dibenturkan dengan sesama karyawan fungsional yang menjadi bawahannya.

Sampai suatu hari atasan langsung saya memanggil untuk berdisukusi. Ternyata tadi pagi, mantan atasan dan pak direktur mendatangi atasan saya dan memberikan penilaian sepihak tanpa konfirmasi yang isinya menyudutkan dan memberatkan saya. Atasan pun terkesan setngah hati membela saya, mungkin karena takut posisinya terancam. Maka saya menyadari bahwa hanya saya sendirilah yang bisa menyelamatkan keadaan ini. Dan sejak saat itu saya mulai lebih berhati-hati dalam bertindak di tempat kerja.

Tetapi rupanya kejujuran yang saya coba selalu jalankan dengan mengikuti aturan tidak selamanya kalah dalam politik. Banyak teman yang tahu duduk masalah yang sebenarnya mendukung apa yang saya lakukan. Jadi, jangan putus asa dengan kejujuran dalam bekerja karena pada akhirnya kejujuran akan tetap terlihat dan menang, walaupun memerlukan waktu dan tidak instant.

Selamat bekerja dan jangan lupa untuk berusaha jujur dan rajin bekerja…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized