Monthly Archives: September 2013

Arti Nama Anak

Gambar

Anak adalah anugerah, buah cinta, dan harapan bagi orang tua. Maka setelah anaknya lahir, orang tua segera memberi nama kepada bayinya. Sampai ada yang mengatakan bahwa nama anak adalah doa orang tua. Hal ini terjadi juga pada saya akhirnya, setelah istri tercinta melahirkan satu demi satu tiga anak laki-laki yang tanpa disengaja kelahirannya berjarak empat setengah tahun.

Sebagai orang yang dibesarkan dalam tradisi Jawa, maka nama anak harus dipikirkan dengan matang. Biasanya yang memberi nama anak adalah tiga orang yaitu ayahnya, kakek dari pihak ayah dan kakek dari pihak ibu sehingga ada tiga kata dalm satu nama. Setiap selesai melahirkan saya bertanya kepada istri, ingin memberi nama apa untuk anak yang baru dilahirkannya. Istri saya selalu menyerahkan keputusan penting ini kepada saya. Demikian pula dengan ayah mertua dan ayah saya, mereka juga menyerahkan hal ini kepada saya.

Dengan tanggung jawab yang sangat besar ini, saya segera mencari nama yang bagus dan diharapkan sesuai dengan karakter anak nantinya. Setiap orang Katolik umumnya memilih nama babtis yang diambil dari nama orang suci (Santo atau Santa) sebagai nama depan, baru diikuti nama yang diinginkan orang tua. Saya ingin agar nama anak saya unik tetapi juga penuh arti. Dan inilah jadinya nama anak-anak saya.

Anak pertama saya namai Vincentius Seto Wicaksono. Orang suci yang bernama Vincentius ada beberapa, dan yang terkenal adalah Vincentius A Paulo. Maka saya memilih Vincentius yang lain yaitu Vincentius Palotti, seorang Santo yang terkenal karena kebaikan hati dan keteguhan imannya. Santo Vincentius Palotti juga dikenal karena jasadnya yang tetap utuh sampai saat ini walaupun sudah wafat ratusan tahun yang lalu. Seto artinya putih dan Wicaksono artinya bijaksana. Jadi arti lengkapnya adalah seorang yang bijaksana dan putih atau bersih hatinya. Seto juga tokoh wayang dalam kisah Mahabharata yang kulitnya berwarna putih sehingga kadang-kadang seseorang diberi nama Seto dengan harapan agar kulitnya putih dan bersih. Untuk yang satu ini saya agak meleset karena anak saya yang pertama ini kulitnya agak hitam.

Selanjutnya anak yang kedua, bernama Bonifasius Haryo Sadewo. Santo Bonifasius adalah seorang Pastor yang melindungi umatnya di dalam gereja saat diserang kaum barbar. Beliau menghadapai pemimpin gerombolan itu dan menutupi kepalanya dengan kitab suci saat akan dibelah oleh pemimpin gerombolan. Kitab suci terbelah dua, demikian pula dengan kepala Santo Bonifasius sehingga beliau wafat sebagai martir untuk menyelamatkan umatnya. Haryo berarti pemberani dan Sadewo adalah si bungsu Pandawa dalam cerita wayang Mahabharata. Jadi harapan saya adalah agar anak kedua ini selalu mempercayakan hidupnya kepada sabda Tuhan (melalui kitab suci), pemberani dan jadi anak bungsu. Saya dan istri memang bercita-cita hanya ingin memiliki dua anak saja

Ternyata harapan pada Sadewo meleset. Istri melahirkan anak ketiga yang saya beri nama Robertus Bellarminus Kunto Wibisono. Robertus Bellarminus adalah seorang yang sangat pandai dan merupakan Doktor filsafat Gereja sehingga namanya banyak digunakan sebagai nama institusi pendidikan. Sedangkan Kunto Wibisono (lengkapnya Gunawan Kunto Wibisono) adalah putra bungsu resi Wisrawa dan juga adik dari Rahwana dan Kumbakarna. Wibisono memihak kepada Ramawijaya dalam perang memperebutkan Alengka karena dia tahu bahwa perang ini terjadi disebabkan keserakahan kakaknya, Rahwana. Saya berharap agar anak bungsu ini menjadi seorang yang cerdas, pandai dan memihak kepada kebenaran.

Itulah doa dan harapan kepada anak-anak tercinta yang saya wujudkan dalan nama mereka. Semoga mereka bisa menghargai nama yang indah ini dan dapat menyesuaikan diri sehingga nama mereka beul-betul menjadi berkah.

Sekian dan see you on the next post…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Terjepit di Antara Dua Status

Image

Saya adalah orang yang sering berada dalam situasi terjepit. Dalam setiap fase kehidupan ini saya sering mengalaminya. Dimulai dari saat kecil. Saya lahir dan menghabiskan masa anak-anak dalam keluarga yang tidak berkekurangan, tetapi juga tidak kaya. Prestasi saya di sekolah juga tidak buruk, walaupun juga tidak terlalu bagus.

Saat kuliah, saya mendapat Sekolah Tinggi/Universitas yang lumayan dikenal, tetapi juga bukan yang terkenal. Bahkan saat akhirnya bekerja pun, saya mendapat pekerjaan di perusahaan yang selalu rugi, tetapi juga sulit untuk dibubarkan, karena milik negara. Jadilah saya dalam posisi terombang ambing.

Dalam pekerjaan pun, saya menerima jepitan situasi ini, Saya terlalu cepat menjadi pejabat. Ceritanya begini. Jalur normal saat memulai karir di bagian teknik saya bekerja adalah pertama-tama menjadi pembantu mekanik. Setelah memiliki pengalaman minimum 18 bulan, saya bisa ikut ujian menjadi mekanik. Setelah menjadi mekanik selama 2 tahun dan mendapat pelatihan lanjut, saya dapat mengikuti ujian menjadi engineer. Baru setelah itu saya bisa mulai menjajaki kemungkian terpilih menjadi pejabat

Apa yang terjadi? Saya diangkat menjadi kepala mekanik saat masih berstatus pembantu mekanik. Alasannya adalah karena saya saat itu saya sudah mulai kuliah di jurusan manajemen. Alasan lainnya adalah karena di bagian saya semuanya masih berstatus pembantu mekanik. Lucunya beberapa waktu kemudian, salah satu bawahan saya lulus ujian menjadi mekanik, sementara saya yang sudah beberapa kali mengikuti ujian belum lulus juga. Hal ini membuat saya memaksakan diri menghadap Asisten Manajer dan mendiskusikan masalah ini. Apakah normal seorang kepala mekanik berstatus pembantu mekanik memiliki bawahan seorang mekanik. Tetapi jawaban beliau sangat bijaksanan. Katanya. “Saya membutuhkan seseorang yang bisa memimpin, dan kamu memenuhi syarat itu. Tetaplah bekerja seperti biasa”. Untunglah beberapa tahun kemudian saya dapat lulus ujian menjadi mekanik.

Mungkin karena nasib baik juga, setelah 7 tahun menjadi kepala mekanik, ada pemekaran jabatan di bagian teknik. Saya kecipratan rejeki dipromosikan menjadi Assiten Manajer dengan status mekanik. Kejadian lama terulang lagi. Salah satu bawahan saya lulus ujian menjadi engineer sementara saya belum mendapat kesempatan itu. Lagi-lagi saya meghadap Manajer dan mendiskusikan masalah ini. Jawaban dari pak Manajer cukup melegakan. Mereka yang sudah berstatus engineer akan dipindahkan ke bagian lain. Kembali saya merasa aman dengan status saya.

Mungkin karena dianggap kurang berhasil sebagai Asistem Manajer, saya dibebastugaskan setelah menjabat selama sekitar 5 tahun. Biasanya pejabat yang dilengserkan akan dipindahkan ke bagian Inspektorat/Quality Control. Demikian pula halnya yang terjadi. Saya dipindahkan ke bagian Quality Control menjadi Inspector. Karena untuk menjadi Inspector dibutuhkan seseorang yang sudah menjadi engineer, maka nasib saya pun terkatung-katung selama sekitar setahun. Posisi saya tidak jelas. Setelah setahun berlalu barulah saya mendapat penempatan sebagai Inspector dengan kasta paling rendah untuk menyembunyikan status saya yang kurang memenuhi persyaratan tersebut.

Pekerjaan saya sebagai Inspector lumayan menyenangkan dan menarik perhatian banyak pihak. Ada yang mendukung tetapi ada juga yang mencela. Karena saya selalu mendasarkan pekerjaan pada peraturan, maka para oposan mulai memakai cara-cara yang inkonstitusioall. Tetapi sampai saat ini saya masih dipercaya melaksanakan pekerjaan sebagai Inspector dengan kasta tersendah ini. Suatu posisi yang kadang-kadang menyenangkan, tetapi juga kadang menyeramkan.

Ada satu hal lagi yang membuat saya cukup terjepit, Pada tahun 1999, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus sebagai instruktur, Jadi saya sewaktu-waktu bisa diminta mengajar di fasilitas diklat milik perusahaan. Celakanya, karena status saya masih mekanik, maka permintaan untuk menjadi instruktur pun sepi. Bahkan teman-teman engineer yang mendapat pelatihan instruktur beberapa tahun sesudahnya malah sudah mendapat kesempatan mengajar berkali-kali.

Dengan status yang membingungkan ini, saya kadang teringat lagu yang dinyayikan Mary McGregor berjudul Torn Between Two Lovers.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Belajar Sambil Nonton Film

Gambar

Anak-anak saya sangat menyukai film Pirates of Caribbean. Kami memiliki koleksi VCD semua sekuel film ini, dari yang pertama sampai yang keempat. Memang menyenangkan melihat tingkah konyol Captain Jack Sparrow yang penakut dan sering menghindar dari tanggung jawab, walaupun sebenarnya ia cerdas.

Saat menonton di VCD player, seringkali anak-anak bertanya tentang tempat-tempat yang diceritakan dalam film. Misalnya, laut Karibia itu ada di sebelah mana. Mengapa bajak laut senang berada di sekitar laut Karibia dan seterusnya. Kadang-kadang saat menonton saya membawa globe atau atlas untuk menerangkan tempat yang ingin mereka ketahui.

Tetapi kadang-kadang pertanyaannya mulai lebih sulit dan agak aneh untuk anak-anak seumur mereka. Beberapa hal yang ditanyakan adalah sebagai berikut. Apakah bajak laut itu? Apakah Captain Jack Sparrow benar-benar ada? Apakah Blackbeard benar-benar ada? Siapakah Ponce de Leon itu? Apakah Kraken benar-benar ada? dan seterusnya.

Untuk menjawab pertanyaan itu saya harus mencari referensi yang akurat karena informasi ini akan terus tertanam dalam benak anak-anak. Kalau salah, maka seumur hidup mereka akan mempercayai sebuah kesalahan. Biasanya saya mencari informasi di Wikipedia. Saya copy dan terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Saya tambahkan beberapa gambar yang menarik dan dibuat menyerupai sebuah buku kecil. Wah, ternyata mereka senang sekali. Buku buatan saya itu dibaca berkali-kali. Kadang-kadang minta dibacakan menjelang tidur sebagai dongeng.

Tanpa disadari, pengetahuan anak-anak bertambah melalui film yang mereka tonton. Tanpa saya sadari pula, saya pun menjadi bertambah pengetahuan karena mencari informasi yang ditanyakan anak-anak. Berapa banyak ilmu yang bisa didapat dari film ini. Ilmu sejarah, ilmu geografi, biografi orang terkenal dan masih banyak lagi

Inilah salah satu kelebihan film dari Amerika. Setelah menonton, masih akan ada sesuatu yang harus dicerna dan dicari tahu kebenarannya. Mempelajari sesuatu tanpa kita sadari dan tanpa keterpaksaan. Mungkin cara belajar seperti ini akan baik bila diterapkan di sekolah-sekolah. Bagaimana membuat anak-anak terangsang untuk mencari informasi lebih banyak dengan menonton sebuah film.

Sungguh, ini adalah metode pembelajaran yang lain dari yang lain. Saya belum pernah mendengar penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa mengenai hal ini untuk pembuatan skripsi atau thesis. Saya harap ada yang akan mencobanya suatu hari nanti

Leave a comment

Filed under Uncategorized