Monthly Archives: November 2013

Berkebun di lahan terbatas

Image

Awalnya, kami (saya dan istri) merenovasi rumah. Karena teras belum ditutup dan anak-anak tidak bisa bermain saat hujan, maka teras ditutup dengan atap fiber. Atap fiber dipilih karena sinar matahari masih bisa menerangi halaman tapi terhindar dari hujan. Supaya air hujan terkumpul, maka dipasang talang kemudian air disalurkan melalui pipa ke saluran air di depan rumah. Rupanya talang dan pipa tersisa sekitar satu setengah meter. Awalnya bingung mau diapakan, tapi kemudian terpikir untuk dipakai berkebun. Jadilah pipa PVC ukuran 4 inci saya lubangi bagian atasnya dan dipasang di dinding pagar dengan klem (clamp). Sementara talang saya pasang dengan dudukan besi siku seperti gambar di bawah.

Image

Saya memasang penyangga dari besi siku karena khawatir talangnya melintir tidak kuat menahan beban tanah, karena materialnya lebih tipis dibandingkan pipa PVC. Sebagai media tanam kami membeli di tempat penjual tanaman yang sering berdagang di pinggir jalan, sedangkan bibit sayur kami beli di tempat penjual bibit. Awalnya kami diberi bibit sayur oleh tetangga. Tetapi setelah 2 minggu tidak kunjung terlihat tunas sayuran muncul di atas tanah. Maka kami membeli bibit baru dan menanamnya. Menurut sang penjual bibit, kemungkinan bibit yang kami tanam sebelumnya sudah kedaluwarsa.

Benar saja, setelah menanam dengan bibit yang baru, seminggu kemudian mulai terlihat tunas tumbuh menghijau di atas tanah. Gambar-gambar di atas adalah tanaman sayur yang berumur sekitar sebulan. Tidak ada tambahan pupuk atau apapun selama merawat tanaman ini. Hanya disiram setiap pagi dan sore hari agar tanahnya lembab.

Dari kedua gambar di atas, terlihat bahwa tanaman di pipa PVC tumbuhnya sama tetapi yang di talang berbeda. Tanaman di sebelah kiri terlihat lebih lambat tumbuhnya. Rupanya hal ini terjadi karena tanaman di sebelah kiri tidak mendapat cukup sinar matahari. Gambar di bawah memperlihatkan lebih jelas perbedaannya.

ImageImage

Istri sayalah yang paling rajin merawat tanaman ini. Nyaris tidak pernah lupa disiramnya tanaman ini pagi dan sore hari. Kalau sampai lupa menyiram, kelihatan menyesal sekali. Memang menyenangkan melihat sayuran yang hijau di depan mata, terlihat setiap hari. Kami merencanakan untuk menambah kebun sayur kami dengan cara bersusun dan menggunakan area di belakang rumah. Kami juga merencanakan untuk memindahkan tanaman yang kurang terkena sinar matahari supaya dapat tumbuh subur seperti “teman-temannya”. Mudah-mudahan rencana kami bisa segera terwujud. Dibawah ini ada gambar tanaman dari jarak dekat yang terlihat menyejukkan mata. Siapa akan menyusul menjadi petani?

Image

Leave a comment

Filed under Uncategorized