Monthly Archives: December 2013

Walter Qiao, my friend

Gambar

Namanya Walter Qiao. Jabatan resminya, sesuai dengan bussiness card yang diberikan kepada saya adalah Technical Support Manager, Dunlop Taikoo Aircraft Tyres. Saya menjadi sering bertemu dengannya karena perusahaan tempat saya bekerja menggunakan produk Dunlop. Sebagai Quality Control Inspector yang memeriksa setiap spare-parts (termasuk ban yang diproduksi Dunlop) yang akan dipakai, awalnya saya berkorespondensi lewat email dengan Walter karena ingin mengkonsultasikan kerusakan pada kiriman ban yang kami terima. Selang beberapa waktu, Walter menghubungi saya dan menyampaikan keinginannya untuk bertemu dan melihat gudang spare-parts di Jakarta. Setelah itu, kami beberapa kali bertemu karena kunjungan rutin yang harus dilakukannya di Indonesia.

Walter masih bujangan di umurnya yang pertengahan tigapuluhan. Ia tinggal di kota kecil bernama Jinjiang, China, dekat tempat kerjanya. Menurut Walter, Jinjiang adalah kota industri karena banyaknya pabrik yang melakukan aktivitas di sana. Tugasnya sebagai seorang Technical Support Manager membuatnya harus berkeliling menemui pelanggan di area kerjanya. Mulai dari Jepang, Korea, India, Asia tenggara, Australia, sampai Selandia Baru. Setahun sekali ia harus mengikuti pertemuan dengan sesama technical support di kantor pusat Dunlop di Inggris.

Perawakan Walter kecil, dengan rambut yang mulai menipis dan wajah selalu tersenyum. Setiap kali bertemu dan berdiskusi, ia selalu membawa berita baru yang menambah pengetahuan saya. Bila saya menunjukkan sebuah ban yang mengalami kerusakan atau foto-foto yang saya simpan di komputer, ia akan menerangkan dengan antusias dan panjang lebar. Walaupun bahasa Inggrisnya khas beraksen China, tetapi mudah ditangkap dan dimengerti. Demikian juga ia dengan mudah memahamai bahasa Inggris kami yang berantakan.

Setelah selesai berdiskusi dan melihat-lihat ban yang tersiman di gudang, biasanya Walter mengajak saya makan. Ia tidak memilih-milih tempat makan, hanya kadang-kadang ingin mencoba tempat makan baru yang diceritakan temannya. Walaupun kecil, makannya banyak. Oleh karena itu ia sering heran dengan makanan pesanan saya yang dianggapnya kurang mengenyangkan. Acara makan biasanya berlangsung lebih dari satu jam karena diselingi cerita-cerita yang seru. Kadang-kadang kami sampai menambah pesanan.

Saya sangat menikmati kerjasama dengan Walter. Setiap kali mendapat kesulitan dengan produk Dunlop, saya tinggal memotret kerusakannya, mengirimkannya ke Walter lewat email untuk dianalisis, dan biasanya dalam waktu tidak lebih dari sehari jawabannya sudah tersedia diserta hasil analisis yang mendalam. Saya menganggap Dunlop cukup berhasil menjaga loyalitas konsumen dengan cara seperti ini. Dan ternyata pekerjaan saya juga membuat saya bisa bertemu banyak orang dengan beragam karakter dan pengetahuan yang memperkaya wawasan.

Kelihatannya saya masih akan sering bertemu Walter karena perusahaan tempat saya bekerja masih menggunakan produk Dunlop, terutama untuk pesawat buatan PT. DI (IPTN) yang rupanya hanya menggunakan ban produk Dunlop. See you soon Walter…

Leave a comment

Filed under Uncategorized