Category Archives: Uncategorized

Walter Qiao, my friend

Gambar

Namanya Walter Qiao. Jabatan resminya, sesuai dengan bussiness card yang diberikan kepada saya adalah Technical Support Manager, Dunlop Taikoo Aircraft Tyres. Saya menjadi sering bertemu dengannya karena perusahaan tempat saya bekerja menggunakan produk Dunlop. Sebagai Quality Control Inspector yang memeriksa setiap spare-parts (termasuk ban yang diproduksi Dunlop) yang akan dipakai, awalnya saya berkorespondensi lewat email dengan Walter karena ingin mengkonsultasikan kerusakan pada kiriman ban yang kami terima. Selang beberapa waktu, Walter menghubungi saya dan menyampaikan keinginannya untuk bertemu dan melihat gudang spare-parts di Jakarta. Setelah itu, kami beberapa kali bertemu karena kunjungan rutin yang harus dilakukannya di Indonesia.

Walter masih bujangan di umurnya yang pertengahan tigapuluhan. Ia tinggal di kota kecil bernama Jinjiang, China, dekat tempat kerjanya. Menurut Walter, Jinjiang adalah kota industri karena banyaknya pabrik yang melakukan aktivitas di sana. Tugasnya sebagai seorang Technical Support Manager membuatnya harus berkeliling menemui pelanggan di area kerjanya. Mulai dari Jepang, Korea, India, Asia tenggara, Australia, sampai Selandia Baru. Setahun sekali ia harus mengikuti pertemuan dengan sesama technical support di kantor pusat Dunlop di Inggris.

Perawakan Walter kecil, dengan rambut yang mulai menipis dan wajah selalu tersenyum. Setiap kali bertemu dan berdiskusi, ia selalu membawa berita baru yang menambah pengetahuan saya. Bila saya menunjukkan sebuah ban yang mengalami kerusakan atau foto-foto yang saya simpan di komputer, ia akan menerangkan dengan antusias dan panjang lebar. Walaupun bahasa Inggrisnya khas beraksen China, tetapi mudah ditangkap dan dimengerti. Demikian juga ia dengan mudah memahamai bahasa Inggris kami yang berantakan.

Setelah selesai berdiskusi dan melihat-lihat ban yang tersiman di gudang, biasanya Walter mengajak saya makan. Ia tidak memilih-milih tempat makan, hanya kadang-kadang ingin mencoba tempat makan baru yang diceritakan temannya. Walaupun kecil, makannya banyak. Oleh karena itu ia sering heran dengan makanan pesanan saya yang dianggapnya kurang mengenyangkan. Acara makan biasanya berlangsung lebih dari satu jam karena diselingi cerita-cerita yang seru. Kadang-kadang kami sampai menambah pesanan.

Saya sangat menikmati kerjasama dengan Walter. Setiap kali mendapat kesulitan dengan produk Dunlop, saya tinggal memotret kerusakannya, mengirimkannya ke Walter lewat email untuk dianalisis, dan biasanya dalam waktu tidak lebih dari sehari jawabannya sudah tersedia diserta hasil analisis yang mendalam. Saya menganggap Dunlop cukup berhasil menjaga loyalitas konsumen dengan cara seperti ini. Dan ternyata pekerjaan saya juga membuat saya bisa bertemu banyak orang dengan beragam karakter dan pengetahuan yang memperkaya wawasan.

Kelihatannya saya masih akan sering bertemu Walter karena perusahaan tempat saya bekerja masih menggunakan produk Dunlop, terutama untuk pesawat buatan PT. DI (IPTN) yang rupanya hanya menggunakan ban produk Dunlop. See you soon Walter…

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Berkebun di lahan terbatas

Image

Awalnya, kami (saya dan istri) merenovasi rumah. Karena teras belum ditutup dan anak-anak tidak bisa bermain saat hujan, maka teras ditutup dengan atap fiber. Atap fiber dipilih karena sinar matahari masih bisa menerangi halaman tapi terhindar dari hujan. Supaya air hujan terkumpul, maka dipasang talang kemudian air disalurkan melalui pipa ke saluran air di depan rumah. Rupanya talang dan pipa tersisa sekitar satu setengah meter. Awalnya bingung mau diapakan, tapi kemudian terpikir untuk dipakai berkebun. Jadilah pipa PVC ukuran 4 inci saya lubangi bagian atasnya dan dipasang di dinding pagar dengan klem (clamp). Sementara talang saya pasang dengan dudukan besi siku seperti gambar di bawah.

Image

Saya memasang penyangga dari besi siku karena khawatir talangnya melintir tidak kuat menahan beban tanah, karena materialnya lebih tipis dibandingkan pipa PVC. Sebagai media tanam kami membeli di tempat penjual tanaman yang sering berdagang di pinggir jalan, sedangkan bibit sayur kami beli di tempat penjual bibit. Awalnya kami diberi bibit sayur oleh tetangga. Tetapi setelah 2 minggu tidak kunjung terlihat tunas sayuran muncul di atas tanah. Maka kami membeli bibit baru dan menanamnya. Menurut sang penjual bibit, kemungkinan bibit yang kami tanam sebelumnya sudah kedaluwarsa.

Benar saja, setelah menanam dengan bibit yang baru, seminggu kemudian mulai terlihat tunas tumbuh menghijau di atas tanah. Gambar-gambar di atas adalah tanaman sayur yang berumur sekitar sebulan. Tidak ada tambahan pupuk atau apapun selama merawat tanaman ini. Hanya disiram setiap pagi dan sore hari agar tanahnya lembab.

Dari kedua gambar di atas, terlihat bahwa tanaman di pipa PVC tumbuhnya sama tetapi yang di talang berbeda. Tanaman di sebelah kiri terlihat lebih lambat tumbuhnya. Rupanya hal ini terjadi karena tanaman di sebelah kiri tidak mendapat cukup sinar matahari. Gambar di bawah memperlihatkan lebih jelas perbedaannya.

ImageImage

Istri sayalah yang paling rajin merawat tanaman ini. Nyaris tidak pernah lupa disiramnya tanaman ini pagi dan sore hari. Kalau sampai lupa menyiram, kelihatan menyesal sekali. Memang menyenangkan melihat sayuran yang hijau di depan mata, terlihat setiap hari. Kami merencanakan untuk menambah kebun sayur kami dengan cara bersusun dan menggunakan area di belakang rumah. Kami juga merencanakan untuk memindahkan tanaman yang kurang terkena sinar matahari supaya dapat tumbuh subur seperti “teman-temannya”. Mudah-mudahan rencana kami bisa segera terwujud. Dibawah ini ada gambar tanaman dari jarak dekat yang terlihat menyejukkan mata. Siapa akan menyusul menjadi petani?

Image

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Para Priyayi

Image

Para Priyayi adalah sebuah novel karya pak Umar Kayam yang menceritakan tentang liku-liku kehidupan priyayi dalam masa penjajahan Belanda, jaman Jepang, hingga saat Indonesia merdeka. Novel ini mengambil setting waktu akhir abad 19 hingga pertengahan abad 20 dan dibagi dalam beberapa bab yang mengambil sub judul nama tempat atau nama pelaku. Bahasa yang sederhana membuat novel ini mudah dipahami. Tetapi kalimat atau paragaraf yang panjang di beberapa bagian kadang-kadang terasa melelahkan. Pengalaman pribadi pak Kayam sebagai seorang priyayi yang mengalami tiga jaman membuat novel ini serasa sangat hidup. Peristiwa G30S-PKI yang sangat mencekam pun tak luput dari jalinan cerita. Hal yang akan sering disinggung oleh pak Kayam dalam karya-karyanya.

Priyayi dalam kultur Jawa adalah suatu status sosial yang tinggi dan terhormat. Dulu yang disebut priyayi adalah keluarga kerajaan dan pejabat yang bekerja untuk kerajaan. Tetapi kemudian para pegawai negeri yang bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda (gupermen) juga disebut priyayi. Banyak orang tergiur untuk meningkatkan status sosialnya menjadi priyayi karena dianggap sebagai kasta yang tinggi dalam struktur masyaratkat. Status di bawah priyayi adalah kaum petani dan pedagang. Banyak petani dan pedagang yang lebih makmur hidupnya dibandingkan para priyayi, tetapi pengakuan dari masyarakat terhadap status sosial yang tinggi memang sangat berarti saat itu.

Cerita dalam novel ini berpusat pada sosok Sastrodarsono, seorang anak petani yang berkesempatan menjadi priyayi setelah menjadi guru. Dengan bantuan seorang pejabat pemerintahan, Sastrodarsono dapat melanjutkan sekolah untuk menjadi guru bantu. Cerita kemudian melebar sampai ke anak cucu sang priyayi dengan segala konflik hidup yang dialami. Tidak selamanya hidup priyayi yang terhormat itu penuh dengan kehormatan. Diceritakan pula di sini, bagaimana kelakuan salah satu keponakan Sastrodarsono yang sangat bertolak belakang dengan kehormatan seorang manusia.

Setelah melewati jaman Jepang dan Indonesia menjadi merdeka, anak-anak Sastrodarsono melanjutkan karir sebagai pegawai negeri (pegawai pemerintah). Sayangnya cucu-cucu yang diharapkan dapat meneruskan kehormatan sebagai priyayi terjebak dalam kehidupan yang kurang terhormat. Justru yang menjadi penyelamat keluarga besar adalah seorang anak pungut yang lahir dari hubungan di luar perkawinan salah seorang keponakan Sastrodarsono. Anak yang dipandang sebelah mata, pada akhirnya menjadi harapan dan gantungan untuk membantu mendapatkan  kembali kehormatan yang sempat ternoda.

Setelah membaca novel ini, ada pelajaran penting dalam hidup bahwa kehormatan diri itu bukan karena status, tetapi karena memang seseorang layak dan pantas dihormati. Entah itu karena sikap dan tingkah lakunya atau karena hal yang berhubungan dengan kehidupannya.

See you in the next post

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Arti Nama Anak

Gambar

Anak adalah anugerah, buah cinta, dan harapan bagi orang tua. Maka setelah anaknya lahir, orang tua segera memberi nama kepada bayinya. Sampai ada yang mengatakan bahwa nama anak adalah doa orang tua. Hal ini terjadi juga pada saya akhirnya, setelah istri tercinta melahirkan satu demi satu tiga anak laki-laki yang tanpa disengaja kelahirannya berjarak empat setengah tahun.

Sebagai orang yang dibesarkan dalam tradisi Jawa, maka nama anak harus dipikirkan dengan matang. Biasanya yang memberi nama anak adalah tiga orang yaitu ayahnya, kakek dari pihak ayah dan kakek dari pihak ibu sehingga ada tiga kata dalm satu nama. Setiap selesai melahirkan saya bertanya kepada istri, ingin memberi nama apa untuk anak yang baru dilahirkannya. Istri saya selalu menyerahkan keputusan penting ini kepada saya. Demikian pula dengan ayah mertua dan ayah saya, mereka juga menyerahkan hal ini kepada saya.

Dengan tanggung jawab yang sangat besar ini, saya segera mencari nama yang bagus dan diharapkan sesuai dengan karakter anak nantinya. Setiap orang Katolik umumnya memilih nama babtis yang diambil dari nama orang suci (Santo atau Santa) sebagai nama depan, baru diikuti nama yang diinginkan orang tua. Saya ingin agar nama anak saya unik tetapi juga penuh arti. Dan inilah jadinya nama anak-anak saya.

Anak pertama saya namai Vincentius Seto Wicaksono. Orang suci yang bernama Vincentius ada beberapa, dan yang terkenal adalah Vincentius A Paulo. Maka saya memilih Vincentius yang lain yaitu Vincentius Palotti, seorang Santo yang terkenal karena kebaikan hati dan keteguhan imannya. Santo Vincentius Palotti juga dikenal karena jasadnya yang tetap utuh sampai saat ini walaupun sudah wafat ratusan tahun yang lalu. Seto artinya putih dan Wicaksono artinya bijaksana. Jadi arti lengkapnya adalah seorang yang bijaksana dan putih atau bersih hatinya. Seto juga tokoh wayang dalam kisah Mahabharata yang kulitnya berwarna putih sehingga kadang-kadang seseorang diberi nama Seto dengan harapan agar kulitnya putih dan bersih. Untuk yang satu ini saya agak meleset karena anak saya yang pertama ini kulitnya agak hitam.

Selanjutnya anak yang kedua, bernama Bonifasius Haryo Sadewo. Santo Bonifasius adalah seorang Pastor yang melindungi umatnya di dalam gereja saat diserang kaum barbar. Beliau menghadapai pemimpin gerombolan itu dan menutupi kepalanya dengan kitab suci saat akan dibelah oleh pemimpin gerombolan. Kitab suci terbelah dua, demikian pula dengan kepala Santo Bonifasius sehingga beliau wafat sebagai martir untuk menyelamatkan umatnya. Haryo berarti pemberani dan Sadewo adalah si bungsu Pandawa dalam cerita wayang Mahabharata. Jadi harapan saya adalah agar anak kedua ini selalu mempercayakan hidupnya kepada sabda Tuhan (melalui kitab suci), pemberani dan jadi anak bungsu. Saya dan istri memang bercita-cita hanya ingin memiliki dua anak saja

Ternyata harapan pada Sadewo meleset. Istri melahirkan anak ketiga yang saya beri nama Robertus Bellarminus Kunto Wibisono. Robertus Bellarminus adalah seorang yang sangat pandai dan merupakan Doktor filsafat Gereja sehingga namanya banyak digunakan sebagai nama institusi pendidikan. Sedangkan Kunto Wibisono (lengkapnya Gunawan Kunto Wibisono) adalah putra bungsu resi Wisrawa dan juga adik dari Rahwana dan Kumbakarna. Wibisono memihak kepada Ramawijaya dalam perang memperebutkan Alengka karena dia tahu bahwa perang ini terjadi disebabkan keserakahan kakaknya, Rahwana. Saya berharap agar anak bungsu ini menjadi seorang yang cerdas, pandai dan memihak kepada kebenaran.

Itulah doa dan harapan kepada anak-anak tercinta yang saya wujudkan dalan nama mereka. Semoga mereka bisa menghargai nama yang indah ini dan dapat menyesuaikan diri sehingga nama mereka beul-betul menjadi berkah.

Sekian dan see you on the next post…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Terjepit di Antara Dua Status

Image

Saya adalah orang yang sering berada dalam situasi terjepit. Dalam setiap fase kehidupan ini saya sering mengalaminya. Dimulai dari saat kecil. Saya lahir dan menghabiskan masa anak-anak dalam keluarga yang tidak berkekurangan, tetapi juga tidak kaya. Prestasi saya di sekolah juga tidak buruk, walaupun juga tidak terlalu bagus.

Saat kuliah, saya mendapat Sekolah Tinggi/Universitas yang lumayan dikenal, tetapi juga bukan yang terkenal. Bahkan saat akhirnya bekerja pun, saya mendapat pekerjaan di perusahaan yang selalu rugi, tetapi juga sulit untuk dibubarkan, karena milik negara. Jadilah saya dalam posisi terombang ambing.

Dalam pekerjaan pun, saya menerima jepitan situasi ini, Saya terlalu cepat menjadi pejabat. Ceritanya begini. Jalur normal saat memulai karir di bagian teknik saya bekerja adalah pertama-tama menjadi pembantu mekanik. Setelah memiliki pengalaman minimum 18 bulan, saya bisa ikut ujian menjadi mekanik. Setelah menjadi mekanik selama 2 tahun dan mendapat pelatihan lanjut, saya dapat mengikuti ujian menjadi engineer. Baru setelah itu saya bisa mulai menjajaki kemungkian terpilih menjadi pejabat

Apa yang terjadi? Saya diangkat menjadi kepala mekanik saat masih berstatus pembantu mekanik. Alasannya adalah karena saya saat itu saya sudah mulai kuliah di jurusan manajemen. Alasan lainnya adalah karena di bagian saya semuanya masih berstatus pembantu mekanik. Lucunya beberapa waktu kemudian, salah satu bawahan saya lulus ujian menjadi mekanik, sementara saya yang sudah beberapa kali mengikuti ujian belum lulus juga. Hal ini membuat saya memaksakan diri menghadap Asisten Manajer dan mendiskusikan masalah ini. Apakah normal seorang kepala mekanik berstatus pembantu mekanik memiliki bawahan seorang mekanik. Tetapi jawaban beliau sangat bijaksanan. Katanya. “Saya membutuhkan seseorang yang bisa memimpin, dan kamu memenuhi syarat itu. Tetaplah bekerja seperti biasa”. Untunglah beberapa tahun kemudian saya dapat lulus ujian menjadi mekanik.

Mungkin karena nasib baik juga, setelah 7 tahun menjadi kepala mekanik, ada pemekaran jabatan di bagian teknik. Saya kecipratan rejeki dipromosikan menjadi Assiten Manajer dengan status mekanik. Kejadian lama terulang lagi. Salah satu bawahan saya lulus ujian menjadi engineer sementara saya belum mendapat kesempatan itu. Lagi-lagi saya meghadap Manajer dan mendiskusikan masalah ini. Jawaban dari pak Manajer cukup melegakan. Mereka yang sudah berstatus engineer akan dipindahkan ke bagian lain. Kembali saya merasa aman dengan status saya.

Mungkin karena dianggap kurang berhasil sebagai Asistem Manajer, saya dibebastugaskan setelah menjabat selama sekitar 5 tahun. Biasanya pejabat yang dilengserkan akan dipindahkan ke bagian Inspektorat/Quality Control. Demikian pula halnya yang terjadi. Saya dipindahkan ke bagian Quality Control menjadi Inspector. Karena untuk menjadi Inspector dibutuhkan seseorang yang sudah menjadi engineer, maka nasib saya pun terkatung-katung selama sekitar setahun. Posisi saya tidak jelas. Setelah setahun berlalu barulah saya mendapat penempatan sebagai Inspector dengan kasta paling rendah untuk menyembunyikan status saya yang kurang memenuhi persyaratan tersebut.

Pekerjaan saya sebagai Inspector lumayan menyenangkan dan menarik perhatian banyak pihak. Ada yang mendukung tetapi ada juga yang mencela. Karena saya selalu mendasarkan pekerjaan pada peraturan, maka para oposan mulai memakai cara-cara yang inkonstitusioall. Tetapi sampai saat ini saya masih dipercaya melaksanakan pekerjaan sebagai Inspector dengan kasta tersendah ini. Suatu posisi yang kadang-kadang menyenangkan, tetapi juga kadang menyeramkan.

Ada satu hal lagi yang membuat saya cukup terjepit, Pada tahun 1999, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus sebagai instruktur, Jadi saya sewaktu-waktu bisa diminta mengajar di fasilitas diklat milik perusahaan. Celakanya, karena status saya masih mekanik, maka permintaan untuk menjadi instruktur pun sepi. Bahkan teman-teman engineer yang mendapat pelatihan instruktur beberapa tahun sesudahnya malah sudah mendapat kesempatan mengajar berkali-kali.

Dengan status yang membingungkan ini, saya kadang teringat lagu yang dinyayikan Mary McGregor berjudul Torn Between Two Lovers.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Belajar Sambil Nonton Film

Gambar

Anak-anak saya sangat menyukai film Pirates of Caribbean. Kami memiliki koleksi VCD semua sekuel film ini, dari yang pertama sampai yang keempat. Memang menyenangkan melihat tingkah konyol Captain Jack Sparrow yang penakut dan sering menghindar dari tanggung jawab, walaupun sebenarnya ia cerdas.

Saat menonton di VCD player, seringkali anak-anak bertanya tentang tempat-tempat yang diceritakan dalam film. Misalnya, laut Karibia itu ada di sebelah mana. Mengapa bajak laut senang berada di sekitar laut Karibia dan seterusnya. Kadang-kadang saat menonton saya membawa globe atau atlas untuk menerangkan tempat yang ingin mereka ketahui.

Tetapi kadang-kadang pertanyaannya mulai lebih sulit dan agak aneh untuk anak-anak seumur mereka. Beberapa hal yang ditanyakan adalah sebagai berikut. Apakah bajak laut itu? Apakah Captain Jack Sparrow benar-benar ada? Apakah Blackbeard benar-benar ada? Siapakah Ponce de Leon itu? Apakah Kraken benar-benar ada? dan seterusnya.

Untuk menjawab pertanyaan itu saya harus mencari referensi yang akurat karena informasi ini akan terus tertanam dalam benak anak-anak. Kalau salah, maka seumur hidup mereka akan mempercayai sebuah kesalahan. Biasanya saya mencari informasi di Wikipedia. Saya copy dan terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Saya tambahkan beberapa gambar yang menarik dan dibuat menyerupai sebuah buku kecil. Wah, ternyata mereka senang sekali. Buku buatan saya itu dibaca berkali-kali. Kadang-kadang minta dibacakan menjelang tidur sebagai dongeng.

Tanpa disadari, pengetahuan anak-anak bertambah melalui film yang mereka tonton. Tanpa saya sadari pula, saya pun menjadi bertambah pengetahuan karena mencari informasi yang ditanyakan anak-anak. Berapa banyak ilmu yang bisa didapat dari film ini. Ilmu sejarah, ilmu geografi, biografi orang terkenal dan masih banyak lagi

Inilah salah satu kelebihan film dari Amerika. Setelah menonton, masih akan ada sesuatu yang harus dicerna dan dicari tahu kebenarannya. Mempelajari sesuatu tanpa kita sadari dan tanpa keterpaksaan. Mungkin cara belajar seperti ini akan baik bila diterapkan di sekolah-sekolah. Bagaimana membuat anak-anak terangsang untuk mencari informasi lebih banyak dengan menonton sebuah film.

Sungguh, ini adalah metode pembelajaran yang lain dari yang lain. Saya belum pernah mendengar penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa mengenai hal ini untuk pembuatan skripsi atau thesis. Saya harap ada yang akan mencobanya suatu hari nanti

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Politik di Tempat Kerja

Gambar

Waktu kecil, banyak nasihat yang diberikan oleh para sesepuh atau orang tua mengenai dunia kerja. Dikatakan bahwa “Bila kamu rajin dan jujur, maka kamu akan sukses dalam bekerja.” Apakah hal ini benar? Tidak sepenuhnya benar dan juga tidak sepenuhnya salah. Yang paling tepat adalah bahwa bekerja itu seperti masuk ke dunia politik -sesuatu yang sangat tidak saya sukai sebetulnya- tetapi tetap harus dihadapi.

Saat menjadi staf atau pejabat struktural rendahan, tentu kita berhutang kebaikan kepada atasan langsung kita.E ntah karena kebijaksanaannya atau bimbingan yang diberikan. Tetapi saya menganggap hal itu sebagai kewajaran. Sudah menjadi tugas seorang atasan untuk membimbing bawahannya agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Masalah akan terjadi saat mantan atasan meminta balas jasa untuk semua yang telah dilakukannya di masa lalu.

Suatu saat dalam perjalanan karier, saya sempat menjadi pejabat struktural. Kemudian saya dipindahkan ke bagian Quality Control karena katanya cocok untuk saya. Ternyata memang cocok. Saya senang dengan aturan yang dijalankan dengan baik dan benar. Dan salah satu tugas saya adalah menjalankan sekaligus mengawasi agar aturan dijalankan dengan baik dan benar.

Mantan atasan rupanya bernasib baik dan mendapat promosi jabatan setingkat lebih tinggi. Walaupun berbeda bagian, tetapi pekerjaan kami masih saling terkait. Rupanya mantan atasan ini memiliki conflict of interest antara jabatannya dengan bsinis pribadi. Saya tidak pernah mempermasalahkan bila ada seseorang yang menjalankan bisnis pribadi di dalam perusahaan, selama tidak berseberangan dengan aturan dari perusahaan. Konflik terjadi saat mantan atasan ini berbuat terlalu jauh dengan bisnis pribadinya yang ndilalah berhadapan dengan aturan yang harus saya awasi dan laksanakan. Beberapa kali benturan terjadi dan saya selalu bisa “memenangkan” konflik karena ada aturan tertulis yang menjadi dasar tindakan.

Mungkin karena merasa gagal, beliau mulai membuat laporan dan aduan kepada pejabat eselon 1. Beberapa kali pula saya dibenturkan dengan sesama karyawan fungsional yang menjadi bawahannya.

Sampai suatu hari atasan langsung saya memanggil untuk berdisukusi. Ternyata tadi pagi, mantan atasan dan pak direktur mendatangi atasan saya dan memberikan penilaian sepihak tanpa konfirmasi yang isinya menyudutkan dan memberatkan saya. Atasan pun terkesan setngah hati membela saya, mungkin karena takut posisinya terancam. Maka saya menyadari bahwa hanya saya sendirilah yang bisa menyelamatkan keadaan ini. Dan sejak saat itu saya mulai lebih berhati-hati dalam bertindak di tempat kerja.

Tetapi rupanya kejujuran yang saya coba selalu jalankan dengan mengikuti aturan tidak selamanya kalah dalam politik. Banyak teman yang tahu duduk masalah yang sebenarnya mendukung apa yang saya lakukan. Jadi, jangan putus asa dengan kejujuran dalam bekerja karena pada akhirnya kejujuran akan tetap terlihat dan menang, walaupun memerlukan waktu dan tidak instant.

Selamat bekerja dan jangan lupa untuk berusaha jujur dan rajin bekerja…

Leave a comment

Filed under Uncategorized